Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Majelis Desa Pekraman Siap Bekukan RUU Pornografi
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Majelis Utama Desa Pekraman di Bali kembali menegaskan komitmennya untuk menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Pornografi. Penegasan ini disampaikan Petajuh I (ketua Bidang Adat dan Agama) Majelis Utama Desa Pekraman Bali Agung Arnawa ketika ditemui Beritabali.com di Renon, Selasa (23/9).
Agung Arnawa mengungkapkan jika DPR RI tetap ngotot mengesahkan RUU Pornografi maka Majelis Desa Pekraman di Bali dan Desa Adat di Bali siap membekukan RUU Pornografi. Pembukaan yang dimaksud adalah tidak akan bersedia memberlakukan RUU tersebut di Bali.
Agung Arnawa menyebutkan sebagai desa adat yang memiliki aturan adat maka desa pekraman di Bali memiliki otonomi tersendiri dan berhak menolak pemberlakuan aturan yang tidak sesuai dengan aturan adat. “Kami tidak bisa berlakukan karena awig kami dan mereka pun harus tahu adat dan nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat kami. Jadi DPR RI jangan gegabah,†ujar Agung Arnawa.
Agung Arnawa menegaskan pemerintah pusat dan DPR RI harus mengingat kembali bahwa roda pemerintahan di Bali dapat berjalan dengan baik karena dikendalikan oleh Desa Adat dan bukan oleh desa dinas. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan