Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Pelaku Usaha Wisata Khawatir Jatuh Bangkrut
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pelaku dunia pariwisata di Bali mengaku resah menyusul krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat. Jika krisis keuangan di Amerika berlangsung lama, dikhawatirkan akan berdampak besar terhadap berbagai usaha di bidang pariwisata serta mempengaruhi jumlah kunjungan turis asing ke Bali.
Kekhawatiran ini antara lain disampaikan oleh Nyoman Kandia, seorang pengusaha biro perjalanan yang juga ketua DPP Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI).
Menurut Nyoman, krisis keuangan di Amerika Serikat yang berkepanjangan akan membuat jumlah biaya komponen paket wisata membengkak.
“Sebagian besar kontrak antara biro wisata dengan mitra usaha
seperti hotel berbintang dan restauran saat ini dalam bentuk dollar dan harus dibayar dengan dollar juga,†kata Kandia.
Dengan nilai rupiah yang terus melemah terhadap dollar, kata Kandia, maka jumlah atau nilai kontrak yang harus dibayarkan kepada mitra usaha menjadi berlipat dua hingga 4 kali lipat dibanding jumlah kontrak semula.
“Jika krisis terjadi dalam waktu yang lama, akan banyak usaha biro perjalanan wisata yang pailit. Kita khawatir krisis ekonomi tahun 98 akan terulang lagi, akan ada banyak pengurangan tenaga kerja,†pungkas. Kandia. (dev)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1982 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1841 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1746 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1532 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun