Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Pelaku Usaha Wisata Khawatir Jatuh Bangkrut
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pelaku dunia pariwisata di Bali mengaku resah menyusul krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat. Jika krisis keuangan di Amerika berlangsung lama, dikhawatirkan akan berdampak besar terhadap berbagai usaha di bidang pariwisata serta mempengaruhi jumlah kunjungan turis asing ke Bali.
Kekhawatiran ini antara lain disampaikan oleh Nyoman Kandia, seorang pengusaha biro perjalanan yang juga ketua DPP Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI).
Menurut Nyoman, krisis keuangan di Amerika Serikat yang berkepanjangan akan membuat jumlah biaya komponen paket wisata membengkak.
“Sebagian besar kontrak antara biro wisata dengan mitra usaha
seperti hotel berbintang dan restauran saat ini dalam bentuk dollar dan harus dibayar dengan dollar juga,†kata Kandia.
Dengan nilai rupiah yang terus melemah terhadap dollar, kata Kandia, maka jumlah atau nilai kontrak yang harus dibayarkan kepada mitra usaha menjadi berlipat dua hingga 4 kali lipat dibanding jumlah kontrak semula.
“Jika krisis terjadi dalam waktu yang lama, akan banyak usaha biro perjalanan wisata yang pailit. Kita khawatir krisis ekonomi tahun 98 akan terulang lagi, akan ada banyak pengurangan tenaga kerja,†pungkas. Kandia. (dev)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3295 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 769 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 708 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman