Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Janda Bom Bali Tabur Bunga di Ground Zero
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pasca eksekusi Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Gufron, Monumen Bom Bali I atau ground zero di Jalan Legian Kuta ramai didatangi warga bali dan wisatawan asing. Selain ramai dikunjungi wisatawan, monumen ini juga didatangi janda Bom Bali I untuk menggelar acara doa dan tabur bunga.
Salah satu keluarga korban Bom Bali I satu yang mendatangi Monumen Bom Bali I adalah Nyoman Rencini. Bersama 3 putrinya, janda dari I Ketut Sumerawat ini menggelar doa bersama di depan Altar Monumen Bom Bali I.
Di depan altar yang berisi 202 nama korban Bom Bali I, mereka berdoa untuk suami dan ayah mereka I Ketut Sumerawat, yang tewas terkena ledakan bom di depan Sari Club 6 tahun silam.
Selain mendoakan suami serta ayah mereka, Nyoman Rencini dan anaknya juga mendoakan arwah Amrozi dan kawan-kawan agar diampuni segala kesalahannya dan diterima di sisiNya.
Saya datang ke sini untuk menghormati almarhum suami saya aja. Selain itu juga untuk mendoakan Amrozi agar diterima di sisi Tuhan dan diampuni segala disa-dosanya,†kata Rencini.
Selain menggelar acara doa di depan Altar Bom Bali I, Nyoman Rencini dan ketiga putrinya juga menggelar acara tabur bunga di kolam perdamaian yang ada di areal Monumen Bom Bali I.
Setelah eksekusi Amrozi dan kawan-kawannya itu, saya ingin melanjutkan hidup dengan damai dan saya berharap kejadian seperti 6 tahun yang lalu tidak terulang lagi,†ujarnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan