Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Diangsur Rp 40 T/ Tahun Sampai 2023
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seberapa besarkah utang Indonesia saat ini? Menurut Wuryanto Prakoso, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga posisi akhir Oktober 2008, total utang Indonesia masih cukup tinggi yakni mencapai Rp 1.600 triliun.
Saking besaran utang tersebut, Prakoso sampai menggambarkan, bahwa bila pun semua aset BUMN dijual juga belum bisa menutupinya. Karena asset semua BUMN diperkirakan hanya sampai kisaran Rp 700 triliun.
Sebagai iluistrasi, lanjut Prakoso, bila semua aset negara dan istana negara dijual, baru kemungkinan akan ada surplus dana sekitar Rp 80 triliun. Dana Rp 80 triliun ini setara dengan pembayaran gaji PNS selama setahun di Indonesia.
Dalam upaya melunasi utang sebesar itu, kata Prakoso, dilakukan pencicilan yang besarnya Rp 40 triliun setiap tahun. Masa pembayaran angsuran yang menggunakan dana APBN ini diperkirakan akan berlangsung sampai 2023.
Itu pula sebabnya anggaran APBN setiap tahunnya selalu defisit,†ujar Prakoso pada acara Sosialisasi Kerjasama KPK dengan DPD di Renon, Selasa (2/12).
Dalam utang ini, BLBI juga disebutkan ikut berkontribusi. Ada dua kali penyuntikan dana yang dilakukan. Pertama ketika menghadapi rush, yang saat itu dikucurkan dana Rp 144 triliun, kemudian disusulkan lagi suntikan dana tahap kedua sebesar Rp. 430 triliun.
Reporter: bbn/sss
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3759 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1694 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang