Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diangsur Rp 40 T/ Tahun Sampai 2023

Selasa, 2 Desember 2008, 21:10 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Seberapa besarkah utang Indonesia saat ini? Menurut Wuryanto Prakoso, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga posisi akhir Oktober 2008, total utang Indonesia masih cukup tinggi yakni mencapai Rp 1.600 triliun.

Saking besaran utang tersebut, Prakoso sampai menggambarkan, bahwa bila pun semua aset BUMN dijual juga belum bisa menutupinya. Karena asset semua BUMN diperkirakan hanya sampai kisaran Rp 700 triliun.

Sebagai iluistrasi, lanjut Prakoso, bila semua aset negara dan istana negara dijual, baru kemungkinan akan ada surplus dana sekitar Rp 80 triliun. Dana Rp 80 triliun ini setara dengan pembayaran gaji PNS selama setahun di Indonesia.

Dalam upaya melunasi utang sebesar itu, kata Prakoso, dilakukan pencicilan yang besarnya Rp 40 triliun setiap tahun. Masa pembayaran angsuran yang menggunakan dana APBN ini diperkirakan akan berlangsung sampai 2023.

Itu pula sebabnya anggaran APBN setiap tahunnya selalu defisit,” ujar Prakoso pada acara Sosialisasi Kerjasama KPK dengan DPD di Renon, Selasa (2/12).

Dalam utang ini, BLBI juga disebutkan ikut berkontribusi. Ada dua kali penyuntikan dana yang dilakukan. Pertama ketika menghadapi rush, yang saat itu dikucurkan dana Rp 144 triliun, kemudian disusulkan lagi suntikan dana tahap kedua sebesar Rp. 430 triliun.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sss



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami