Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Minyak Tanah Langka, Harga Tembus Rp 7 Ribu/Liter
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ironis! Di tengah-tengah turunnya harga premium sampai Rp 5 ribu/liter, di sisi lain justru keberadaan minyak tanah di Denpasar dan sekitarnya malah menjadi barang langka. Akibatnya, harga pun melambung hingga menembus Rp 7 ribu/liter.
Di perumahan Dalung Permai misalnya, hampir semua warung yang selama ini menjual minyak tanah kehabisan stok. Kalau pun ada yang masih punya stok, dia jual dengan harga Rp 6.500/liter.
"Waduh susah sekali mendapatkan minyak tanah. Untung masih ada satu warung yang punya stok terbatas. Ya, tak ada pilihan lain, walau harganya Rp 6.500/liter, ya saya beli juga," ujar Rahayu,34, salah seorang warga di Dalung.
Hal yang sama juga terjadi di Perumnas Monang Maning. Seorang penjaga warung, Ni Nengah Resmi mengaku tak bisa menjual minyak tanah karena jatah yang diterima sangat sedikit.
"Tadi, saya dapat jatah 2 liter dengan harga Rp 6 ribu per liter. Jatah segini mana bisa saya jual kembali? Untuk kebutuhan sendiri saja malah kurang untuk beberapa hari ke depan," ujar Resmi, Selasa (16/12).
Pihak Pertamina yang dihubungi belum berhasil dikonfirmasi. Sales Representatif BBM Retail Bali Kantor Pertamina Denpasar, Pramono dikatakan masih tugas ke luar kantor. "Bapak masih keluar kantor, besok saja ke sini," ujar seorang stafnya.
Reporter: bbn/sss
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan