Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ikan Paus Terdampar di Pantai Batulumbang
Selemadeg
BERITABALI.COM, TABANAN.
Ikan Paus Terdampar di Pantai BatulumbangWarga Kecamatan Selemadeg kembali dihebohkan dengan terdamparnya ikan paus sepanjang 10 meter di pantai wilayah Banjar Batulumbang, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Rabu (14/1). Terdamparnya bangkai ikan paus tersebut ditemukan pertama kali oleh Nengah Ganti (50) nelayan setempat sekitar pukul 04.30 Wita. Saat itu Ganti hendak mengambil jaring lobster yang dipasang disejumlah karang dekat lokasi. Ia pun kaget ketika melihat benda besar terombang-ambing diterjang ombak.
Semakin lama benda besar tersebut semakin menepi ke bibir pantai. Karena penasaran Ia kemudian mendekati dan ternyata benda tersebut bangkai ikan paus dengan panjang 10 meter. Ganti yang saat itu seorang diri, kemudian pulang ke rumahnya dan menginformasikan kepada warga atas terdamparnya paus yang diduga telah mati sekitar 2 minggu lalu. Tak beselang lama beberapa warga Desa Atap dan kecamatan Selemadeg berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan bangkai ikan paus tersebut yang mulai menebar bau menyengat.
Tak ketinggalan Bupati Tabanan N Adi Wiryatama seusai mengikuti acara di Pupuan langsung ke lokasi melihat langsung bangkai paus yang kondisi kulitnya sudah mulai mengelupas. Begitu juga mulut bagian bawah paus malang tersebut sudah membusuk tinggal tulang rahangnya saja. Wiryatama menegaskan bangkai paus itu harus dikubur agar tidak menimbulkan pemasalahan dikemudian hari. "Kalau untuk penelitian, yah boleh dijual kepada peminat," jelasnya. Masyarakat setempat pun kemudian menjual bangkai paus tersebut kepada pembeli dari Denpasar dengan harga Rp 3 Juta, uang penjualan tersebut masuk ke kas Banjar setempat .
"katanya tulangnya digunakan untuk penelitian, dan sudah ada yang membeli,"jelas salah seorang warga. Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan Ir I Nyoman Wirna Ariwangsa menandaskan, penyebab kematian paus tersebut bukan karena keracunan maupun karena dibom. "yang jelas karena siklusnya paus itu sudah waktunya mati,"jelasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan