Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pelabuhan Gilimanuk Rawan Rabies

Gilimanuk

Jumat, 30 Januari 2009, 16:57 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu gerbang Bali Barat merupakan salah satu pintu masuk hewan penular rabies (HPR). Kelurahan di ujung barat Bali ini merupakan salah satu daerah yang rawan terjangkit penyakit rabies. Di Gilimanuk juga banyak ditemukan anjing, kucing tak bertuan dan kera yang berkeliaran bebas.

Untuk tetap menjaga agar Gilimanuk tetap sebagai daerah yang bebas rabies, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Denpasar meminta masyarakat Gilimanuk menjadi informan terhadap HPR baik yang bertuan maupun tidak.

Hal tersebut disampaikan oleh Ngurah Mahardika, salah seorang narasumber, saat melakukan penyuluhan dan penyebaran informasi tentang rabies.

"Untuk mencegah penyakit mematikan ini menjangkiti Gilimanuk, kami meminta agar masyarakat ikut aktif melakukan pencegahan dengan memberikan informasi jika menemukan HPR yang keluar masuk Bali, "terangnya.

Selain itu, kata Mahardika, masyarakat juga diminta untuk ikut mengurangi populasi HPR yang berkeliaran di jalan atau di
tempat umum.

"Bagi yang ada pemiliknya, kami minta agar dipelihara dengan
baik dan jangan tidak dibiarkan berkeliaran, sedangkan bagi HPR tak bertuan secepatnya didata dan laporkan ke instansi terkait,"ujarnya.

Pihaknya juga mengharapkan peran desa adat untuk mengatasi masalah HPR terutama anjing dan kucing dengan mengaturnya dalam peraturan desa adat (awig-awig) sehingga masyarakat yang memelihara HPR merubah pola pemeliharaannya.

Terkait vaksinasi, Mahardika mengungkapkan saat ini pihaknya memfokuskan perhatian melakukan vaksinasi terhadap HPR di wilayah yang telah terjangkit rabies yakni Badung dan Kota Denpasar.


"Di dua daerah tersebut belum semua HPR mendapatkan vaksinasi karena jumlahnya sangat banyak dan sangat melelahkan," katanya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami