Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Lagi, Pisang Pak Haji Berbuah Aneh
Candikusuma
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lagi Pisang Pak Haji Berbuah AnehSetelah pisang ambonnya berbuah 2 dan 3 tandan, kali ini kembali pisang marlin milik Haji Abdulrahman (80), warga Dusun Tirtakusuma, Candikusuma, Melaya menampakkan keanehan. Pisang marlin yang ditanam di tempat usaha pengergajian kayu miliknya, buahnya tumbuh dari tengah-tengah batang pohonnya.
Pantauan di lokasi, buah pisang aneh tersebut muncul membelah batang pohon pisang sekitar 80 sentimeter dari tanah dan tumbuh dengan normal. Selain buah, dari belahan batang pisang itu juga muncul 2 tangkai daun yang berbeda dengan tangkai daun biasa lantaran sedikit saja ditekuk tangkai daun itu langsung patah.
Sudirman, anak Haji Abdulrahman yang sehari-harinya mengurus penggergajian kayu tersebut mengaku tidak tahu persis kapan buah pisang aneh tersebut muncul. "Saya temukan sekitar tiga-empat hari yang lalu," ujarnya, Senin (2/2).
Sudirman mengaku tidak mendapat firasat apapun tentang tumbuhnya pisang aneh tersebut. Agar buah pisang yang kini berisi 3 sisir itu tidak rusak, Sudirman membungkusnya dengan kain sarung. "Saya bungkus biar pisang itu aman," ucapnya.
Dirinya tidak tahu sebagai pertanda apa keanehan yang muncul dari pisang-pisang milik keluarganya itu. "Saya dan keluarga hanya berharap keanehan yang muncul pada pisang-pisang kami bukanlah sebagai pertanda jelek," katanya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan