Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kartini : Pestisida hancurkan Organisme Tanah
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
pestisidaHasil Pemantauan Fakultas Pertanian Universitas Udayana melaporkan kandungan pestisida dalam tanah pertanian di Bali telah melebihi ambang batas lingkungan. Kondisi ini menyebabkan matinya organisme tanah termasuk cacing tanah.
Peneliti pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana Luh Ketut Kartini ketika ditemui beritabali.com di Renon (27/2) menyebutkan penggunaan pupuk kimia secara berlebihan telah mematikan organisme tanah. Dalam jangka panjang kondisi ini menyebabkan tanah menjadi kering dan padat. Kartini menegaskan penurunan organisme tanah secara langsung akan berdampak pada penurunan hasil pertanian.
“Penggunaan pupuk dan pestisida kan telah menghancurkan organisme tanah terutama cacing. Akhirnya tanah akan menjadi sebongkah tanah bukan pupuk alami bagi tanaman. Sedangkan dari segi kerusakan tanah kan tanah menjadi padat dan kering sehingga perakaran susah tumbuh” kata Ketua Bali Organic Assosiation ini.
Luh Ketut Kartini berharap petani di Bali kembali menggunakan pupuk alam atau kompos. Mengingat penggunaan pestisida yang berlebihan dan jangka panjang telah menyebabkan kandungan logam berat dalam tanah menjadi meningkat.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan