Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Kartini : Pestisida hancurkan Organisme Tanah
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
pestisidaHasil Pemantauan Fakultas Pertanian Universitas Udayana melaporkan kandungan pestisida dalam tanah pertanian di Bali telah melebihi ambang batas lingkungan. Kondisi ini menyebabkan matinya organisme tanah termasuk cacing tanah.
Peneliti pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana Luh Ketut Kartini ketika ditemui beritabali.com di Renon (27/2) menyebutkan penggunaan pupuk kimia secara berlebihan telah mematikan organisme tanah. Dalam jangka panjang kondisi ini menyebabkan tanah menjadi kering dan padat. Kartini menegaskan penurunan organisme tanah secara langsung akan berdampak pada penurunan hasil pertanian.
“Penggunaan pupuk dan pestisida kan telah menghancurkan organisme tanah terutama cacing. Akhirnya tanah akan menjadi sebongkah tanah bukan pupuk alami bagi tanaman. Sedangkan dari segi kerusakan tanah kan tanah menjadi padat dan kering sehingga perakaran susah tumbuh” kata Ketua Bali Organic Assosiation ini.
Luh Ketut Kartini berharap petani di Bali kembali menggunakan pupuk alam atau kompos. Mengingat penggunaan pestisida yang berlebihan dan jangka panjang telah menyebabkan kandungan logam berat dalam tanah menjadi meningkat.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan