Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Disikapi Setelah Sebulan Mengambang
Banyuasri
BERITABALI.COM, BULELENG.
towerProtes warga Kelurahan Banyuasri terkait keberadaan Tower Portable di sebuah lahan kosong di Jalan Ahmad Yani Singaraja mulai disikapi secara tegas Pemerintahan Kecamatan Buleleng setelah hampir sebulan masalah tersebut mengambang.
Operasional sebuah tower portable atau tower sementara milik sebuah jaringan telpon seluler di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Banyuasri akhirnya disikapi Pemerintahan Kecamatan Buleleng, Jumat (6/3) telah meminta untuk mencabut maupun memindahkan keberadaan tower tersebut, namun demikian upaya yang dilakukan Pemerintahan Kecamatan Buleleng itu dinilai lamban, pasalnya sikap tegas tersebut baru dilakukan setelah permasalahan protes 17 Kepala Keluarga di Gang Narendra Kelurahan Banyuasri Kecamatan Buleleng dilayangkan sebulan lalu.
“ini bukan masalah gertak sambal atau apapun namnya, namun menyikapi permasalahan tower ini diperlukan berbagai langkah tertentu untuk melakukan koordinasi, sehingga tidak memunculkan masalah yang baru,” ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Sat Pol PP Kecamatan Buleleng, Putu Hartana.
Dari pantauan beritabali.com dilokasi pemasangan tower portable atau tower sementara milik sebuah jaringan telpon seluler di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Banyuasri, hingga Jumat sore sejumlah pekerja masih terlihat menurunkan tower, bahkan satu unit mobil truck milik XL sudah siap memindahkan tower portable itu.
Sebelumnya, melalui surat yang ditandatangani 17 Kepala Keluarga di Gang Narendra Kelurahan Banyuasri Kecamatan Buleleng, menyatakan protes atas dipasangnya sebuah tower portable atau tower sementara milik XL, dimana keberadaan tower yang terpasang belum mengantongi ijin tersebut dikhawatirkan menganggu keamanan dan kenyamanan warga setempat.
Protes yang dilayangkan Warga Narendra Kelurahan Banyuasri atas keberadaan Tower Portable milik XL itu juga disebabkan tidak adanya sosialisasi langsung kepada masyarakat, bahkan keberadaan tower yang telah terpasang sejak seminggu dipinggir lintasan Jalan Ahmad yani Singaraja dalam kondisi miring hingga warga merasa keamanan dan kenyamanannya terganggu.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan