Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diduga Identik dengan Darah Prabangsa

Selasa, 19 Mei 2009, 12:43 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Bercak Darah yang menempel di kulit kursi mobil dan karpet kini masih diteliti tim laboratorium forensik mabes Polri cabang Denpasar. Namun ada dugaan bercak darah itu diduga identik dengan darah AA Narendra Prabangsa, redaktur Radar Bali yang diduga tewas dibunuh.Penegasan itu disampaikan sumber petugas Polda Bali yang enggan disebut namanya, Selasa (19/5).

Menurut sumber, saat penggeledahan dilakukan di rumah Nyoman Susrama, pada Senin (18/05) pagi, tim penyidik Dit Reskrim Polda Bali dipimpin Kasat I AKBP Ahmad Nurwakhid, menyita sejumlah alat yang dicurigai ada kaitannya dengan tewasnya Prabangsa.

Di rumah Nyoman Susrama di Jalan Merdeka Banjar Petak Bebalang Bangli, polisi menemukan kulit sadel kursi mobil, karpet, parang dan camera handycam.

“Parang dan handycam ditemukan di kamarnya,”jelas sumber.Untuk kulit sadel dan karpet, sumber mengatakan, ditemukan adanya bercak darah.

Guna menguatkan dugaan penyelidikan itu darah siapa, aparat kepolisian telah mengirimkan kulit dan sadel kursi ke laboratorium forensik (labfor) Mabes Polri cabang Denpasar.

Sumber mengatakan, dari informasi awal, meski labfor belum merekomendasi hasil penelitian, bercak darah di karpet dan kulit sadel, sangat identik dengan darah Prabangsa.

Namun sumber mengatakan, untuk kepastiannya, jajaran Dit Reskrim Polda Bali masih menunggu hasil akhir penelitian labfor.“Hasil terakhir, kita masih menunggu dari labfor,”ungkapnya.

Menyoal penggeledahan yang dilakukan, Senin siang, sumber mengatakan, rencananya 30 pasukan buser Polda Bali, diback up (didukung) labfor dan tim identifikasi, menggeledah 4 lokasi.

Namun polisi hanya melakukan 3 penggeledahan saja. Dua di rumah Susrama dan satu di rumah tangan kanannya Komang Gede, di kawasan Kubu. Sementara penggeledahan rumah Susrama di Klungkung, batal dilakukan.

“Saat rumah Susrama digeledah, ada tiga pembantunya, Endi, Sukirman dan satu lagi lupa namanya. Kalau di rumah Mande (Komang Gede) tidak ada barang yang diamankan. Tapi keempatnya diangkut semua untuk menjalani pemeriksaan di Polda,”bebernya.
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami