Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Diduga Identik dengan Darah Prabangsa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bercak Darah yang menempel di kulit kursi mobil dan karpet kini masih diteliti tim laboratorium forensik mabes Polri cabang Denpasar. Namun ada dugaan bercak darah itu diduga identik dengan darah AA Narendra Prabangsa, redaktur Radar Bali yang diduga tewas dibunuh.Penegasan itu disampaikan sumber petugas Polda Bali yang enggan disebut namanya, Selasa (19/5).
Menurut sumber, saat penggeledahan dilakukan di rumah Nyoman Susrama, pada Senin (18/05) pagi, tim penyidik Dit Reskrim Polda Bali dipimpin Kasat I AKBP Ahmad Nurwakhid, menyita sejumlah alat yang dicurigai ada kaitannya dengan tewasnya Prabangsa.
Di rumah Nyoman Susrama di Jalan Merdeka Banjar Petak Bebalang Bangli, polisi menemukan kulit sadel kursi mobil, karpet, parang dan camera handycam.
“Parang dan handycam ditemukan di kamarnya,”jelas sumber.Untuk kulit sadel dan karpet, sumber mengatakan, ditemukan adanya bercak darah.
Guna menguatkan dugaan penyelidikan itu darah siapa, aparat kepolisian telah mengirimkan kulit dan sadel kursi ke laboratorium forensik (labfor) Mabes Polri cabang Denpasar.
Sumber mengatakan, dari informasi awal, meski labfor belum merekomendasi hasil penelitian, bercak darah di karpet dan kulit sadel, sangat identik dengan darah Prabangsa.
Namun sumber mengatakan, untuk kepastiannya, jajaran Dit Reskrim Polda Bali masih menunggu hasil akhir penelitian labfor.“Hasil terakhir, kita masih menunggu dari labfor,”ungkapnya.
Menyoal penggeledahan yang dilakukan, Senin siang, sumber mengatakan, rencananya 30 pasukan buser Polda Bali, diback up (didukung) labfor dan tim identifikasi, menggeledah 4 lokasi.
Namun polisi hanya melakukan 3 penggeledahan saja. Dua di rumah Susrama dan satu di rumah tangan kanannya Komang Gede, di kawasan Kubu. Sementara penggeledahan rumah Susrama di Klungkung, batal dilakukan.
“Saat rumah Susrama digeledah, ada tiga pembantunya, Endi, Sukirman dan satu lagi lupa namanya. Kalau di rumah Mande (Komang Gede) tidak ada barang yang diamankan. Tapi keempatnya diangkut semua untuk menjalani pemeriksaan di Polda,”bebernya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun