Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




4 Warga Tewas, 9 Dirawat di Rumah Sakit

Denpasar

Selasa, 26 Mei 2009, 20:14 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

4 warga di Bali tewas dan 9 lainnya harus dirawat intensif di rumah sakit Sanglah Denpasar setelah keracunan minuman keras jenis arak yang dicampur methanol.

4 warga yang tewas antara lain Arya Juniarsa (20), Bram Ruhulesin (37), Wayan Moris, dan Komang Budi Ariadi (31). Sementara seorang warga Putu Mertadana masih dalam kondisi kritis.

Seorang warga yang selamat, Wayan Tina (20) asal banjar Semana, Gianyar, juga terlihat masih tergolek lemas di kamar 205 ruang Angsoka Rumah Sakit Sanglah Denpasar.

Sebelumnya ia bersama rekan-rekanya pesta minuman keras oplosan berjenis arak yang di campur methanol, yang disuguhkan rekannya dalam pesta pernikahan di Gianyar.

Kondisi yang sama juga dialami sahabatnya, Made Guiana (31) yang di rawat di ruang terpisah yaitu ruang Ratna, Rumah Sakit Sanglah Denpasar.

Keduanya mengaku minum minuman keras tradisional jenis arak yang di telah campur. Setelah minum arak oplosan itu, mereka merasa pusing, muntah-muntah, lemas, dan penglihatan kabur.

“Setelah minum-minum arak itu, kepala saya langsung pusing, mual, dan mata jadi kabur,” kata Wayan Tina.

Berdasarkan pemeriksaan dari tim medis rumah sakit Sanglah, akibat mengkonsumsi miras oplosan tersebut, sedikitnya tiga belas korban yang dibawa ke rumah sakit Sanglah.

Empat korban di antaranya tewas dan sembilan orang harus menjalani perawatan setelah mengalami keracunan alkohol yang di duga di campur methanol.

“Dari 9 yang dirawat, satu diantaranya dirawat intensif di instalasi rawat darurat dalam kondisi kritis, batang otak korban mengalami kematian,” jelas dr Kuning Atmaja, Kepala IRD RS Sanglah.

13 orang yang menjadi korban miras oplosan ini datang secara terpisah dan bergantian dari dua daerah yang berbeda yaitu sebagian dari kabupaten Gianyar, dan sebagian lagi dari kabupaten Tabanan.

Sebelumnya, di lokasi yang berbeda sama-sama menenggak arak yang telah dicampur dalam pesta pernikahan kerabatnya masing-masing.

Hingga kini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab peristiwa jatuhnya korban jiwa akibat miras oplosan tersebut. 
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami