Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Ogoh-Ogoh SBY Seberat 1 Ton Masuk MURI
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berbagai cara dilakukan warga untuk menunjukkan dukungan kepada capres pilihannya. Di Denpasar Bali, pendukung capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat ogoh-ogoh atau patung raksasa capres SBY. Patung raksasa setinggi sembilan meter lebih ini kemudian dicatat dalam Museum Rekor Indonesia atau MURI.
Ogoh-ogoh atau patung raksasa SBY yang terbuat dari stereoform (gabus) dan besi ini mempunyai tinggi 9,9 meter dan berat kurang lebih satu ton. Ogoh-ogoh ini dibuat dalam waktu satu minggu oleh 12 orang seniman ogoh-ogoh dari Desa Sesetan Denpasar.
Setelah jadi, ogoh-ogoh yang menghabiskan biaya Rp 60 juta ini, hari ini dipamerkan di Lapangan Kapten Japa Denpasar. Di lapangan ini, ogoh-ogoh SBY diarak sejumlah orang diiringi tari kecak, gambelan jegog, dan formasi manusia dengan bendera warna-warni.
Museum Rekor Indonesia atau MURI kemudian mencatat ogoh-ogoh SBY ini sebagai replika capres terbesar di Indonesia. Ogoh-ogoh SBY tercatat sebagai rekor MURI ke 3978.
“Pembuatan patung raksasa ini merupakan bentuk dukungan dari penggemar SBY. Mudah-mudahan ini bisa menarik perhatian warga sehingga SBY bisa terpilih kembali sebagai presiden,” kata Suratto, Ketua Umum Gerakan Pro SBY. (bob)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5890 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2231 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan