Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pemkab Tabanan Gelar Upacara Ngaben Tikus
Tabanan
Kamis, 16 Juli 2009,
20:12 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Prosesi upacara ngaben tikus (mreteka merana-red) yang digelar Pemkab Tabanan bersama Sabanthara Pekaseh Tabanan dipusatkan di Pura Puseh Beha, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan.
Sebelum upacara puncak, (17/7) besok, hari ini digelar upacara ngeringkes sekitar 112.670 ekor tikus yang berhasil dibatai dari seluruh subak di Kabupaten Tabanan. Dari ribuan tikus itu terdiri berbagai jenis dan warna diantaranya ada tikus warna merah, kuning, hitam, dan loreng yang dijadikan
simbul manca warna.
Upacara yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita itu dipuput oleh dua sulinggih, Menurut I Wayan Pasek Arimbawa selaku ketua Shabantar Pekaseh Tabanan upacara mreteka merana ini bertujuan untuk mengembalikan seluruh hama yang merusak ke Panca Maha Butha dan menyeimbangkan unsur Tri Hita Karana bawha sejak beberapa musim tanam, padi maupun tanaman kakao milik petani banyak diserang hama tikus sehingga menyebakan gagal panen.
Berbagai upaya dilakukan baik skala niskala termasuk nedungan Ida Cokorda Anglurah Tabanan,. Namun hama tikus semakin mengganas. Terkait hal tersebut dikoordinir Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Tabanan seluruh subak di Tabanan menggelar pengeropyokan. Hasilnya, sebanyak 112.670 ekor tikus berhasil ditangkap dan dipreteka dalam prosesi Mereteka Merana.
Dikatakannya upacara ini didasari pada babad Arya Tabanan, Babad Dukuh Jumpungan dan Lontar Sri Purana Tatwa serta lontar Darma Pemaculan. Selain dihadiri krama subak se Tabanan, upacara ngeringkes itu juga dihadiri Bupati Tabanan
N Adi Wiryatama dan wakil ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi. (nod)
Sebelum upacara puncak, (17/7) besok, hari ini digelar upacara ngeringkes sekitar 112.670 ekor tikus yang berhasil dibatai dari seluruh subak di Kabupaten Tabanan. Dari ribuan tikus itu terdiri berbagai jenis dan warna diantaranya ada tikus warna merah, kuning, hitam, dan loreng yang dijadikan
simbul manca warna.
Upacara yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita itu dipuput oleh dua sulinggih, Menurut I Wayan Pasek Arimbawa selaku ketua Shabantar Pekaseh Tabanan upacara mreteka merana ini bertujuan untuk mengembalikan seluruh hama yang merusak ke Panca Maha Butha dan menyeimbangkan unsur Tri Hita Karana bawha sejak beberapa musim tanam, padi maupun tanaman kakao milik petani banyak diserang hama tikus sehingga menyebakan gagal panen.
Berbagai upaya dilakukan baik skala niskala termasuk nedungan Ida Cokorda Anglurah Tabanan,. Namun hama tikus semakin mengganas. Terkait hal tersebut dikoordinir Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Tabanan seluruh subak di Tabanan menggelar pengeropyokan. Hasilnya, sebanyak 112.670 ekor tikus berhasil ditangkap dan dipreteka dalam prosesi Mereteka Merana.
Dikatakannya upacara ini didasari pada babad Arya Tabanan, Babad Dukuh Jumpungan dan Lontar Sri Purana Tatwa serta lontar Darma Pemaculan. Selain dihadiri krama subak se Tabanan, upacara ngeringkes itu juga dihadiri Bupati Tabanan
N Adi Wiryatama dan wakil ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi. (nod)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026