Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Puluhan Kartunis Iran Gagal Pameran di Bali
Denpasar
Selasa, 11 Agustus 2009,
15:43 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kebijakan pemblokiran dan sensor internet di Iran pasca pemilihan presiden di sana, berdampak negatif pada dunia seni di negeri itu. Akibat kebijakan ini, puluhan kartunis Iran gagal ikut pameran kartun di Nusa Dua Bali karena tidak bisa mengirim karyanya lewat internet.
Hal ini disampaikan salah satu panitia pameran Kartun Internasional, Putu Ebo, di Denpasar hari ini.
Menurut Ebo, pameran kartun internasional serangkaian Kongres AIDS Se-"Asia Pasifik ke-9 ini sedianya akan diikuti sekitar 30-an kartunis asal Iran.
-uTapi akibat kebijakan pemblokiran dan sensor internet pasca pemilihan Presiden Iran itu, banyak kartunis Iran yang tidak bisa ikut pameran karena tidak bisa mengirim karyanya lewat internet. Hanya ada sekitar 7 kartunis Iran yang mampu mengirim karya mereka ke panitia pameran lewat internet, itu pun dengan usaha yang lumayan sulit,- jelas Ebo.
Beberapa kartunis Iran yang berhasil menembus pemblokiran dan sensor internet dan berhasil mengirim karyanya ke Bali antara lain Shahin Kalantary, Amin Roshanpour, Kasra Abbasabadi, Ali Delzendehrooy, Imam Mahtabi, Mohamad Khalaji, dan Farid Shams Yousef.
-uSemua peserta pameran kartun internasional ini mengirim karyanya ke panitia di Bali lewat e-mail, karena apabila lewat pos biayanya sangat mahal. Ini yang menjadi kendala utama kawan-kawan kartunis Iran, hal ini sangat kami sayangkan,- kata Ebo.
Pemeran kartun internasional bertema AIDS di Nusa Dua Bali ini berlangsung mulai 9 hingga 13 Agustus 2009. Pameran ini diikuti 70 kartunis dari 24 negara seperti dari Brazil, Indonesia, Kuba, Iran, Irak, Peru, Serbia, Kolumbia, dan beberapa negara lainnya. (bob)
Hal ini disampaikan salah satu panitia pameran Kartun Internasional, Putu Ebo, di Denpasar hari ini.
Menurut Ebo, pameran kartun internasional serangkaian Kongres AIDS Se-"Asia Pasifik ke-9 ini sedianya akan diikuti sekitar 30-an kartunis asal Iran.
-uTapi akibat kebijakan pemblokiran dan sensor internet pasca pemilihan Presiden Iran itu, banyak kartunis Iran yang tidak bisa ikut pameran karena tidak bisa mengirim karyanya lewat internet. Hanya ada sekitar 7 kartunis Iran yang mampu mengirim karya mereka ke panitia pameran lewat internet, itu pun dengan usaha yang lumayan sulit,- jelas Ebo.
Beberapa kartunis Iran yang berhasil menembus pemblokiran dan sensor internet dan berhasil mengirim karyanya ke Bali antara lain Shahin Kalantary, Amin Roshanpour, Kasra Abbasabadi, Ali Delzendehrooy, Imam Mahtabi, Mohamad Khalaji, dan Farid Shams Yousef.
-uSemua peserta pameran kartun internasional ini mengirim karyanya ke panitia di Bali lewat e-mail, karena apabila lewat pos biayanya sangat mahal. Ini yang menjadi kendala utama kawan-kawan kartunis Iran, hal ini sangat kami sayangkan,- kata Ebo.
Pemeran kartun internasional bertema AIDS di Nusa Dua Bali ini berlangsung mulai 9 hingga 13 Agustus 2009. Pameran ini diikuti 70 kartunis dari 24 negara seperti dari Brazil, Indonesia, Kuba, Iran, Irak, Peru, Serbia, Kolumbia, dan beberapa negara lainnya. (bob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026