Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mulang Pekelem, Jukung Terseret Arus

Gilimanuk

Jumat, 14 Agustus 2009, 17:56 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Ganasnya arus di Selat Bali, nyaris memakan korban jiwa. Sebuah jukung bermuatan 7 orang yang hendak mulang pekelem* (melarung sesaji) nyaris tenggelam lantaran hanyut terseret arus, Jumat (14/8).



Dari informasi yang dihimpun, 7 orang warga yang diduga dari Karangasem hendak mulang pekelem di Selat Bali usai sembahyang di pantai Watu Dodol, Banyuwangi. Kemudian mereka menyewa sebuah jukung milik nelayan untuk membawa mereka ke tengah laut. Saat prosesi mulang pekelem selesai dilakukan tiba-tiba mesin jukung ngadat.



Jukung tersebut lalu hanyut terseret arus dan terdampar di perairan Batulicin, Perapat Agung, Buleleng. Kerasnya hempasan gelombang di perairan Batulicin, hampir membuat jukung tersebut tenggelam. Untungnya, kejadian itu terlihat oleh Anak Buah Kapal (ABK) KMP Darma Bajra yang lalu melaporkannya ke Polairud Banyuwangi dan Gilimanuk.



Menerima laporan tersebut, Polairud Banyuwangi segera meluncur dengan perahu karet untuk mengevakuasi semua penumpang untuk dibawa ke pantai Segara Rupek. Nyawa mereka yang terselamatkan oleh kecekatan petugas Polairud Banyuwangi langsung menghubungi teman-teman mereka yang masih menunggu di Pantai Watu Dodol untuk menjemput mereka di pantai Segara Rupek.

“Ketika anggota sampai di TKP, mereka sudah tidak ada. Rupanya mereka lebih dulu diselamatkan oleh Polairud Banyuwangi,”ujar Kasat Polairud Gilimanuk, Iptu I Ketut Budi seizin Dir Polairud Polda Bali, ketika dikonfirasi, Jumat (14/8).



Menurut Budi, informasi yang diterimanya dari Polairud Banyuwangi, 7 orang warga Bali bersama pengemudi jukung naas tersebut tidak ada mengalami cedera dan sudah dibawa ke pantai Segara Rupek. ”Anggota meluncur untuk mengecek keberadaan mereka, namun sudah tidak ada. Mungkin sudah dijemput lalu kembali ke daerah asalnya. Informasinya mereka dari Karangasem,”jelasnya.(dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami