Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
BMKG : Musim Hujan Molor
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofísica (BMKG) Wilayah III Denpasar merekomendasikan kepada petani di Bali untuk mewaspadai mundurnya musim penghujan di Bali sebagai dampak dari fenomena El Nino.
BMKG memprediksikan musim penghujan di Bali baru akan terjadi pada bulan November atau Desember.
Kepala BMKG Wilayah III Denpasar Sumiratno pada keteranganya di Denpasar (23/8) menjelaskan jika sebelumnnya musim hujan di Bali biasannya terjadi pada bulan Oktober, maka pada tahun ini musim hujan diprediksikan mundur antara satu sampai dua bulan. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada mundurnya musim tanam oleh Petani.
”Jadi mundurnya musim penghujan kemungkinan menyebabkan masa tanamnya akan ikut mundur, ini juga terkait dengan masa tanam berikutnya. Harus hati-hati karena masa musim penghujannya akan menjadi lebih pendek” kata Sumiratno.
Sumiratno memprediksikan dampak dari fenomena El Nino yang cukup kuat baru akan terasa pada bulan Desember atau Januari 2010. Namun El Nino pada tahun ini dipastikan tidak terlalu membawa dampak buruk pada wilayah Indonesia seperti tahun-tahun sebelumnya, yang mana El Nino selalu menyebabkan cuaca buruk seperti ombak besar dan angin kencang.
El Nino pada tahun ini cendrung hanya mengurangi curah hujan, walaupun curah hujan untuk tiap daerah akan sangat berbeda. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 335 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 265 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 214 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun