Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Tahun 1965 Dijadikan Lokasi Pembantaian
Beritabali.com, Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Berdasarkan penelusuran dan cerita sejumlah warga setempat, Lokasi SMP Negeri 3 Singaraja di Kelurahan Kampung Baru merupakan lokasi pembantaian satu keluarga pada tahun 1965 saat terjadinya G30S/PKI.
Berdasarkan penuturan sejumlah warga di dekat bangunan SMP Negeri 3 Singaraja terungkap, bukti pembantaian pada tahun 1965 masih dapat dilihat dari nama-nama bersama foto satu keluarga yang dibantai secara tidak manusiawi itu. Keluarga yang dibantai itu adalah keluarga Ali. Gambar bersama nama-nama anggoa kelurga itu dipasang di gedung tua angker itu di dinding utara bangunan.
“Anggota keluarga yang jadi korban keganasan gerakan tidak manusiawi itu antara lain Mr. Ali, istrinya Mrs.Tina, serta dua anaknya yakni Agus dan Marini. Tidak jelas ceritanya, kenapa keluarga Ali yang dibantai dan dikubur di areal sekolah itu fotonya masih dipasang di gedung angker itu,†ungkap seorang warga Kampung Baru dan dibenarkan Kepala SMP Negeri 3 Ni Nengah Astiti.
Bukti keangkeran lokasi SMP Negeri 3 Singaraja juga terlihat dari berbagai peristiwa, bukan saja dengan kesurupan sejumlah siswa, ada sejumlah kejadian aneh yang tidak masuk akal kerap terjadi di sekolah tersebut. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan