Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Desa Pakraman Berikan Sanksi ‘Kepenging’
Beritabali.com, Kubutambahan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Musibah yang menimpa seorang warga di Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan Buleleng dengan melakukan Gamia Gamana atau persetubuhan antara manusia dengan hewan disikapi Desa Pakraman setempat dengan melakukan Paruman. Hasilnya, warga yang melakukan hubungan seksual tak lazim itu diberikan sanksikepenging atau tidak boleh keluar rumah.
Musibah yang menimpa Made Widiana (33) warga Dusun Bukti, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, membuatnya harus menerima sanksi adat berupa Kepenging atau tidak boleh keluar rumah.
Sanksi tersebut berlaku selama yang bersangkutan belum melakukan ritual upacara berupa Pemarisuda Raga atau upacara membersihkan diri.
Saksi kepenging yang diberikan kepada Made Widiana merupakan hasil paruman prajuru adat Desa Pakraman Bukti bersama dengan tetua desa serta sulinggih. Paruman memutuskan agar yang bersangkutan melakukan pembersihan diri sendiri duluungkap Perbekel Desa Bukti Gede Wardana bersama Kelian Desa Pakraman Bukti, Gede Rumasta, Jumat (16/10).
Dalam paruman tersebut, Desa Pakraman Bukti tidak memutuskan sebel desa dan sebel tersebut hanya diberlakukan pada keluarga Made Widiana.
Kita tidak memberlakukan sebel desa dan ini berlaku sampai yang bersangkutan melakukan ritual upacara Pemarisuda Raga yakni pembersihan diri melalui upacara pacaruan dan menenggelamkan sapi kelaut,papar Gede Rumasta.
Selain melakukan Pemarisuda Raga, rangkaian upacara dilanjutkan dengan ritual upacara Pemerisuda Gumi yang dilaksanakan oleh Desa Pakraman Bukti untuk pembersihan pelemahan atau wilayah desa pakraman Bukti yang dianggap leteh oleh musibah yang dialami Made Widiana.
Sebelumnya, Warga Dusun Bukti, Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan digegerkan dengan musibah Gamia Gamana yang dilakukan Made Widiana warga setempat melakukan persetubuhan dengan sapi betina peliharaannya.
Ini disebut musibah karena Made Widiana melakukan hal itu di luar batas kesadarannya. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2449 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1937 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1794 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun