Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pemerintah Singapura Diminta Tidak Tutupi Fakta
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Orang tua Aries Jaswito, Warga Negara Indonesia (WNI) yang tewas saat berlibur di negeri Singapura beberapa waktu lalu, meminta kepada Pemerintah Singapura agar lebih terbuka menjelaskan penyebab kematian anaknya.
Hingga kini orang tua almarhum mengaku masih belum mengetahui penyebab pasti kematian anak mereka. Orang tua Aries juga belum menerima dokumen resmi dari Pemerintah Singapura sehingga tidak bisa mengurus surat kematian Aries di Indonesia.
Hal ini disampaikan orang tua Aries yang bermukim di Jalan Diponogoro Denpasar Bali. Kematian anak mereka, Aries Jaswito (25 tahun) saat berlibur di Singapura hingga kini masih menyisakan duka dan misteri.
Menurut bapak korban, sejak ditemukan meninggal dunia hingga saat ini, pihaknya selaku orang tua korban belum diberitahu penyebab pasti kematian Aries. Pihak Kepolisian Singapura hanya menyatakan Aries tewas bunuh diri dengan meloncat dari gedung tinggi.
Pernyataan Kepolisian Singapura ini oleh pihak keluarga dinilai tidak masuk akal. Selain tidak mempunyai masalah pribadi dan pergi ke Singapura dalam rangka berlibur, luka pada tubuh korban juga tidak menunjukkan ciri-ciri bunuh diri, dan lebih pada ciri-ciri penganiayaan.
Di tubuhnya (Aries) tidak ada tanda-tanda bunuh diri dengan meloncat dari atas gedung tinggi seperti kaki patah, kepala luka atau pecah dan sebagainya. Luka yang ada hanya memar-memar di punggung, tangannya yang dulu bagus terlipat ke belakang seperti patah, kata Jaswito, bapak korban.
Orang tua korban meminta kepada Pemerintah, khususnya Kepolisian Singapura agar lebih terbuka menjelaskan sebab kematian korban.
Kita tidak akan menuntut apa-apa. Dokumen resmi tentang kematian korban dari Pemerintah Singapura amat kita perlukan untuk mengurus surat kematian korban di Indonesia, itu saja, ujarnya.
WNI yang tewas di Singapura, Aries Jaswito, terakhir bersama keluarganya selepas makan siang pada 26 oktober 2009 di Mall Raffles City. Setelah makan siang, Aries yang saat itu tengah berlibur di Singapura bersama keluarga tidak pernah kembali ke hotel.
23 hari setelah melapor, pihak keluarga baru mendapat kabar bahwa Aries telah ditemukan tewas. Aries ditemukan tewas di sebuah kawasan ramai yang letaknya jauh dari Mall Raffles City. (bob)
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2598 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2252 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan