Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kapoltabes Akui Sulit Deteksi Aliran Uang Nasabah
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Polisi menemui kendala dalam mengusut kemana larinya uang para nasabah yang diduga dikuras para kelompok hacker tersebut. Kendala itu terletak pada masalah kerahasiaan Bank.
Kendala di lapangan, ungkap Kapoltabes, ketika uang nasabah dikuras oleh pelaku, kepolisian sangat sulit mengetahui kemana alur rekening berjalan. Pasalnya, pihak Perbankan enggan berterus-terang dengan alasan kerahasiaan Bank.
Saat terjadi, kita belum tau kemana jalur rekeningnya karena dari koordinasi katanya rahasia bank, jelasnya Kamis (21/01).
Saat ditanya, adanya sinyalemen Poltabes Denpasar telah mengamankan alat skimer (alat pemindai data magnetic) di Hardrock Hotel, Kapoltabes mengatakan, itu hanya salah informasi.
Disinggung pula bahwa kelompok hacker ini adalah jaringan international, Kapoltabes tidak mengiyakan maupun membantahnya. Mantan Kapolres Gianyar ini mengatakan, para pelaku ini diduga jaringan international yang memiliki peralatan canggih dari mulai chip, CCTV dan sudah barang tentu dikerjakan oleh orang banyak.
Ketika ditanya, apakah sudah terdeteksi lokasi ATM yang menggunakan chip dan CCTV, Kapoltabes tampak ragu menjawabnya. "Itu nanti saya akan selidikilah, ungkapnya sambil tersenyum.
Polisi juga sudah memantau sejumlah ATM bekerjasama dengan unsur Bank, untuk memeriksa masing masing ATM.
Nantinya, untuk mengantisifasi kejadian terulang kembali, ATM yang bebas dari upaya perekaman, harus terpasang alat aklirik di pintu, untuk memutihkan ruangan.
Supaya ruangan ATM bening. Apapun yang nempel disitu akan ketahuan. Yang seperti magnet warnanya bening, bebernya. Kelompok hacker diduga beraksi menempelkan chip dan CCTV pada malam hari, disaat situasi sepi dari transaksi.
ATM buka 1x24 jam, Mungkin dia malam hari kesitu katanya, sebentar memasang dan tidak berlama lama. Begitu dia memasang, besok dia sudah bisa memanfaatkan, urai Kapoltabes.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2598 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2252 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan