Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Cuaca Buruk, Selat Bali Buka Tutup
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bali memaksa pihak Syahbandar Gilimanuk memberlakukan sistem buka tutup. Pihak Syahbandar maupun PT. ASDP memperingatkan nahkoda kapal agar hati-hati menempuh pelayaran karena buruknya cuaca diprediksi akan berlanjut.
Syahbandar Gilimanuk Dewa Nyoman Kari ketika dihubungi awak media, Kamis (24/6) mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan kapal yang berlayar di Selat Bali untuk memperkecil resiko kecelakaan dalam pelayaran.
Baca juga:
Kronologi Korut-Ukraina Putus Hubungan
Kemungkinan cuaca buruk ini masih bisa berlanjut, sehingga kita terus memantau cuaca. Jika tiba-tiba cuaca berubah menjadi sangat buruk, penyeberangan terpaksa kita hentikan, terangnya.
Sementara itu Manajer Operasional ASDP Gilimanuk, Ospar Silaban ketika dikonfirmasi terpisah mengatakan cuaca buruk yang terjadi di Selat Bali membuat pelayanan kepada pengguna jasa tidak maksimal.
Kita tidak mau ambil resiko sehingga nahkoda kita minta berhati-hati. Lebih baik lambat sedikit daripada membahayakan kapal dan penumpangnya, ungkapnya.Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Ospar meminta nahkoda kapal agar cepat melapor jika cuaca membahayakan pelayaran.
Jika cuaca membahayakan, segera melapor karena bisa berakibat fatal. Jangan memaksakan diri meneruskan pelayaran, tegasnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1980 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun