Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Kedua Pihak Yang Bentrok Sepakat Damai
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kericuhan pelaksanaan Gerak Jalan 45 kilometer Dewasa Putra yang menempuh rute dari Desa Sambirenteng Kecamatan Tejakula menuju Kota Singaraja di Desa Pacung akhirnya diselesaikan dengan damai. Kedua belah pihak sepakat menempuh jalur hukum.
Kesepakatan damai yang ditandatangani, Minggu (15/8) oleh Perbekel Desa Bondalem, Ngurah Sadu Adnyana dengan Perbekel Desa Kubutambahan Made Sandirat tersebut disaksikan Bupati Buleleng, Putu Bagiada bersama Muspida Buleleng di Air Sanih, Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan.
Keduanya telah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi ini melalui jalur hukum, apapun yang dilakukan warga sekarang ini masing-masing perbekel harus mampu mengendalikan warganya termasuk memberikan jaminan keamanan kepada siapapun yang melewati wilayah masing-masing, ungkap Bupati Buleleng Putu Bagiada.
Dalam pertemuan yang melibatkan seluruh tokoh masyarakat di kedua Desa yang bertikai akibat kericuhan pelaksanaan Gerak Jalan 45 kilometer Dewasa Putra, Pemerintah Kabupaten Buleleng akan memberikan biaya ganti rugi atas kerugian yang dialami warga.Kita akan memberikan ganti rugi kepada semua korban yang mengalami kerusakan akibat musibah ini, papar Bupati Bagiada
Setelah kesepakatan ditandatangani secara bersama, Perbekel kedua desa langsung melakukan sosialisasi termasuk membuka blokir jalan di Desa Kubutambahan dan menyingkirkan pohon asam yang ditebang warga.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan