Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ratusan Turis Saksikan Kompetisi Ukir Es
Beritabali.com,Nusa Dua
BERITABALI.COM, BADUNG.
Ratusan wisatawan mancanegara dan masyarakat lokal antusias menyaksikan kelincahan para pemahat es dalam kompetesi "Ice Carving" (pahat es), serangkaian ajang " Nusa Dua Fiesta" (NDF) yang digelar hingga Selasa (19/10).
Sebanyak delapan peserta dari berbagai hotel berbintang di kawasan Nusa Dua dan Kuta Bali, dengan lincah memahat es yang dijadikan media untuk ukiran.
Ketua Pelaksana Kompetisi "Ice Carving", Komang Adi Arsana di Nusa Dua, Bali, Senin mengatakan, untuk tahun ini lomba bertemakan "Free Bird Style".
"Tema yang diangkat dalam kompetisi tersebut menyesuaikan dengan tema NDF, yaitu 'Green Tourims' atau pariwisata ramah lingkungan," katanya.
Dikatakan, peserta yang ikut berkompetisi ini adalah para pemahat yang telah biasa dan terpilih mewakili masing-masing hotelnya.
"Patung es tersebut biasanya untuk hiasan meja makan atau buffet untuk restoran hotel-hotel atau restoran," ujarnya.
Ia mengatakan, kreteria yang menjadi penilaian, meliputi seni kreasi, kesesuaian dengan tema termasuk juga ketepatan waktu.
Dalam penilaian ini kreteria tidak seperti lomba yang biasa digelar untuk memperebutkan juara, tetapi kreterianya yaitu emas, perak dan perunggu.
Menyinggung es yang digunakan sebagai bahan ukiran, kata dia, adalah es kristal seharga Rp.600 ribu per blok. Sedangkan peserta hanya dikenakan biaya administrasi sebesar Rp. 150 ribu.
"Pelaksanaan kegiatan kompetisi ini bahan berupa es kristal tersebut sudah disediakan panitia. Pemungutan biaya administrasi tersebut dalam upaya memacu keseriusan peserta," jelas Adi Arsana.
Nengah Ada, seorang pemahat es mewakili Hotel Nikko mengaku, dirinya sudah biasa melakukan torehan maupun pahatan pada media, buah, es, striform maupun kayu.
"Profesi saya adalah mengukir dan mendekorasi ruangan di hotel tempat kerja. Memang untuk mengukir es lebih rumit dibanding mengukir buah atau kayu, karena hal itu dituntun juga ketepatan waktu," ucapnya.
Nengah Ada menjelaskan, mengukir es, mulai awal sudah mempertimbangkan waktu termasuk teknik memotong bahan tersebut. Pembuatan patung ini harus dirancang dengan teknik imajinasi, sehingga bisa terbentuk sesuai dengan judul tersebut.
"Mengukir adalah hobi saya. Dan beberapa kali sudah ikut kompetisi seperti ini, baik nasional maupun intenasional. Tahun 1994 saya berhasil menyabet juara emas di Singapura," tutur lelaki asal Busungbiu, Kabupaten Buleleng itu.
Pada kompetisi ini, peserta tidak ada yang meraih emas. Tetapi dari delapan peserta lima menyabet perak dan satu orang meraih perunggu. (ctg)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan