Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Hingga November Tercatat 1.780 Pasien
Beritabali.com, Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Terjangkitnya penyakit demam berdarah merupakan penyakit endemis yang disebabkan perkembangbiakan nyamuk aedes ageypty, bahkan tahun 2010 hingga awal bulan november ini tercatat 1.780 pasien demam berdarah yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Buleleng.
Perubahan cuaca yang tidak menentu di Buleleng menjadi pemicu meningkatkan korban gigitan nyamuk aedes ageypty yang disebabkan adanya genangan air hujan yang dijadikan perkembangbiakan nyamuk yang biasa disebut nyamuk poleng, bahkan dalam tahun 2010 ini hingga rabu (10/11), Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng telah mencatat 1.780 korban akibat virus aedes ageypty.
Berdasarkan data distribusi kasus DBD per bulan di Kabupaten Buleleng menyebutkan, dalam bulan Januari hingga Oktober sebanyak 1.760, sedangkan memasuki bulan nopember ini di RSU Kabupaten Buleleng merawat 20 pasien akibat Demam Berdarah, sehingga rata-rata setiap bulannya 200 warga Buleleng terkena penyakit demam berdarah tersebut.
“mengantisipasi demam berdarah ini, perlu adanya kesadaran masyarakat secara bersama-sama dalam meningkatkan kewaspadaan dengan memperhatikan kondisi lingkungan disekitar tempat tinggal maupun sekolah dan lokasi kerja, ini sebagai upaya dini dalam melakukan pencegahan perkembangbiakan nyamuk aedes ageypty melalui pembersihan sarang nyamuk atau PSN,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Made Pustaka.
Dari 1.780 korban gigitan nyamuk poleng di Buleleng yang dirawat di enam Rumah Sakit, 89 pasien diantaranya berasal dari luar Kabupaten Buleleng, sedangkan untuk korban demam berdarah tertinggi di Kabupaten Buleleng berada di Kecamatan Buleleng dengan jumlah pasien 721 orang, disusul Kecamatan Sukasada, 248 orang dan Kecamatan Banjar diurutan ketiga dengan jumlah pasien 189 orang,” kita juga menerima pasien demam berdarah import dari Kubu Karangasem, Denpasar maupun Tabanan, semua kita layani sesuai protap dan kita catat,” ujar Pustaka.
Dalam penanganan terjangkitnya penyakit demam berdarah, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng memperdayakan enam rumah sakit dan dua puluh Puskesmas yang tersebar disembilan Kecamatan dengan penanganan melalui prosedur yang telah ditetapkan. Disisi lain, upaya pengasapan melalui fogging juga semakin ditingkatkan dan diutamakan pada kawasan-kawasan yang rawan dengan perkembangbiakan nyamuk aedes ageypty. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan