Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bali Siapkan 660 Kandang Karantina Anjing
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sebagai salah satu upaya penanggulangan rabies, Pemerintah provinsi Bali menyiapkan sekitar 660 kandang karantina anjing. Secara keseluruhan hingga akhir tahun ini pemerintah provinsi Bali berencana menyiapkan lebih dari 750 kandang karantina anjing yang akan ditempatkan diseluruh desa di Bali.
Kepala Dinas Peternakan Bali Putu Sumantra pada keteranganya di Renon, Kamis (17/2) menyatakan penyiapan kandang karantina anjing di setiap desa ini sebagai salah satu implementasi dari peraturan daerah (perda) penanggulangan rabies di Bali. Dimana kandang karantina ini khusus dibuat untuk menampung anjing-anjing liar yang ada di setiap desa.
"Anjing yang berkeliaran yang tidak berkalung itu yang akan kita tangkap. Tetapi nanti dalam pelaksanaan vaksinasi kita akan meminta kepada masyarakat tolong anjingnya di ikat dan dikandangkan di dalam pekarangan rumah," jelas Putu Sumantra.
Sumantra menyebutkan untuk penyiapan 660 kandang karantina anjing, pemerintah provinsi Bali telah mengalokasikan dana lebih dari 670 juta rupiah.Sedangkan untuk dana operasional pengelolaan dan pemeliharaan anjing diharapkan ada bantuan dana dari pmerintah kabupaten/kota.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun