Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Aman, 55 Tenaga Kerja Asal Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Masyarakat Buleleng yang memiliki keluarga sedang berkerja di Jepang, dapat bernafas lega. Sebanyak 55 TKI yang magang di Jepang itu dalam kondisi aman.
[pilihan-redaksi]
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertans) Buleleng Dra. Made Sulastri Minggu (13/3), menyatakan, ke 55 TKI yang merupakan siswa magang asal Buleleng itu dalam kondisi aman. Bahkan mereka sudah dapat dikontak. Terlebih guide yang mengantar 9 rombongan TKI asal Buleleng tanggal 9 Maret 2011, Masih berada di Jepang.
"Tidak ada masalah semua baik-baik saja," ujar Sulastri menepis kekhawatiran sejumlah orang tua dan keluarga yang anggota keluarganya bekerja di Negeri Sakura itu.
Menurut Sulastri, pihaknya sudah melakukan kontak dengan semua TKI asal Buleleng itu dan memastikan kondisi mereka dalam keadaan selamat. Ke 55 tenaga kerja asal Buleleng itu, kata Sulastri, hampir semua bekerja disektor pertanian dan peternakan.
"Tidak ada yang bekerja disektor industri," imbuhnya sembari kembali memastikan bahwa kondisi mereka baik-baik saja.
Untuk diketahui, Sebanyak 55 orang TKI asal Buleleng kini bekerja pada sektor Pertanian dan Peternakan di Ibaraki, Jepang.
Mereka direkrut melalui Lembaga Penyaluran Kerja ke luar Negeri bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Para TKI tersebut bekerja pada peternakan dan pertanian milik pengusaha Jepang di Kota Ibaraki.
Puluhan tenaga kerja tersebut berasal dari Kelurahan Banyuning, Penarukan, Liligundi, Desa Gitgit dan Pemaron. Rata-rata mereka telah menetap selama setahun di Ibaraki.
Pengiriman tenaga kerja hasil kerja sama Pemkab Buleleng dengan salah satu penyalur tenaga kerja itu dikirim ke Jepang dalam tiga tahap. Tahap pertama diberangkatkan pada Bulan Juni 2010 sebanyak 13 orang. Bulan Oktober 2010 berangkat 35 orang. Dan terakhir kembali diberangkatkan 9 Maret 2011 sebanyak 7 orang naker.
" Benar, terakhir kita terbangkan ke Jepang sebanyak 7 naker, mereka juga bekerja disektor pertanian dan peternakan,"tandas Sulastri.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan