Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pria Paruh Baya Tewas di Kamar Mandi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Made Har (50) ditemukan meninggal dunia di kamar mandi kos nya di Jalan Indrajaya Gang VI No. 1, Denpasar, pada Selasa (29/3), sekitar pukul 16.30 Wita. Korban diduga meninggal karena sakit.
[pilihan-redaksi]
Sumber di lokasi kejadian menerangkan, korban berasal dari Karangasem dan sudah setahun tinggal di lokasi. Hanya saja pria yang tidak punya keturunan ini dibebaskan dari biaya sewa kos karena istrinya disuruh mengasuh anak sang tuan rumah.
Saksi mata di lokasi menyebutkan, korban yang tinggal bersama istrinya Sipiah, pergi ke kamar mandi sekitar pukul 14.00 untuk buang air besar. Hampir empat jam lebih tidak keluar, tuan rumah sekaligus saksi pertama Nyoman Sujati curiga.
"Saat dipanggil sambil pintu digedor tidak ada jawaban dan tuan rumah memutusukan membuka pintu namun terkunci," kata salah seorang penghuni rumah kos.
Khawatir terjadi sesuatu, Nyoman Sujati terpaksa mendobrak pintu kamar mandi terbuat dari triplek itu dan seketika kaget karena melihat pria yang bekerja sebagai buruh angkut barang di Terminal Ubung itu posisinya terlentang di lantai. Usai melakukan olah TKP, mayatnya langsung dibawa ke RS Sanglah.
Menurut Kapolsek Denbar I Dewa Made Adnyana korban diduga meninggal dunia karena sakit. Itu diperkuat dari keterangan istrinya yang menerangkan suaminya memiliki riwayat mengidap sesak nafas.
"Diduga karena sakit," terangnya, pada Selasa (29/3).
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan