Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pembunuhan di Mahendratta Terungkap, Enam Pelaku Buron
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Terbunuhnya dua pengendara sepeda motor di Jalan Mahendratta belum lama ini, berhasil diungkap aparat kepolisian Polresta Denpasar. Enam pelaku kini masuk dalam daftar pencaharian orang (DPO).
Mereka adalah Ade alias Yatim (18), Muhlis (18), Habibi (19), Asmat (14), Fauzi (20) dan Sori alias Ansori (21), keenamnya asal Madura, Jawa Timur. Mereka ditenggara bekerja di pasar loak di Jalan Gunung Agung, Denpasar.
“Mereka sudah kita DPO,” tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol Suryambodo Asmoro, pada Minggu (21/08).
Didampingi Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Arief Sugiarto SIK, Kombes Suryambodo mengatakan dari hasil penyelidikan anggotanya di lapangan, penetapan DPO keenam tersangka berdasar keterangan 27 saksi yang sudah menjalani pemeriksaan. Selain itu, polisi juga telah mengamankan helm warna putih yang ditengara berisi bercak darah yang dipakai pelaku, Ansori, pasca kejadian.
Barang bukti lainnya yakni, sepeda motor Yamaha Jupiter MX merah DK 7843 IQ yang dikendarai Muhlis dan Yamaha Mio biru DK 3586 IR yang dikendarai oleh Ansori.
Diterangkannya, ada satu barang bukti motor lagi yakni Suzuki Satria FU putih DK 4050 IS yang dipergunakan Yatim saat kejadian. Namun motor itu sampai kemarin masih diamankan di Madura karena belum dikirim ke Bali.
“Kita masih menunggu motor tersebut dikirim ke Denpasar,” tegasnya.
Dari hasil olah TKP, jelasnya, pembunuhan terhadap dua korbannya berlatar belakang emosi sesaat. Pasalnya, kedua korban bersama empat temannya bertemu dengan para pelaku di traffic light perempatan Mahendradatta-Teuku Umar barat. Pemicu pertengkaran itu akibat geberan sepeda motor pelaku dan tanpa dikomando mereka pun berkelahi enam lawan enam. Perkelahian kedua kelompok sama sama berasal dari Madura itu nyaris tak ada yang melerai. Namun, karena terdesak, salah seorang tersangka (diduga Ansori) mengeluarkan pisau lipat dan menusuk korbannya hingga tewas di lokasi kejadian.
“Enam pelaku ini bukan geng motor tapi pekerja di pasar loak. Di Bali tidak ada geng motor,” tegasnya yakin.
Lambannya penangkapan terhadap enam pelaku, menurutnya karena pihaknya masih mengumpulkan data dan barang bukti dilapangan. Sehingga dengan adanya bukti permulaan yang cukup ini, nantinya, bisa menjerat pelaku ke tahanan. Bahkan, dari pelacakan scientific crime investigation diperoleh bahwa pelaku kabur ke Madura.
“Sampai sekarang belum terlacak keberadaannya. Kita tidak berniat menutupi penyelidikan kepada media massa tapi kita masih memfokuskan penyelidikan dilapangan,” pungkas mantan Kapolsek Denpasar selatan ini.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun