Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Demi Citra Pariwisata, Status KLB Flu Burung Tak Diumumkan
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Renon. Dengan alasan citra pariwisata, Pemerintah provinsi Bali memilih untuk tidak mengumumkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) flu burung pada manusia di Bali. Padahal berdasarkan keputusan menteri kesehatah (permenkes) 1371 tahun 2009, status flu burung di Bali telah masuk dalam status KLB, pasca meninggalnya dua kakak beradik dari Kabupaten Bangli di RSUP Sanglah Denpasar.
Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Nyoman Sutedja saat ditemui usai acara Simakrama Gubernur Bali di Renon (29/10) mengungkapkan selain alasan citra pariwisata, status KLB flu burung juga tidak diumumkan karena secara umum flu burung telah endemis di Bali sejak 2007. Status KLB flu burung juga tidak diumumkan untuk menghindari timbulnya keresahan di tengah masyarakat.
“Bukan alasan politis, karena kalau meresahkan masyarakat tidak mau makan ayam kan multiple efek, yang orang peternakan bisa bangkrut, masyarakat menjadi tidak makan, gizinya menjadi gizi buruk, “ kata dr. Nyoman Sutedja.
Sutedja menegaskan walaupun tidak diumumkan status KLB flu burung, namun standar pelayanan dan penanggulangan terhadap flu burung di Bali sesuai dengan standar dan protokol KLB. (mlt)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan