Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Terseret Arus, Alvian Masih Belum Ditemukan
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang remaja berumur 20 tahun atas nama Alvian hilang terseret arus sungai yang meluap di wilayah Jalan Pulau Biak Denpasar pada kemarin malam. Air sungai meluap setelah sebelumnya wilayah Kota Denpasar di guyur hujan sejak kemarin sore.
Kepala Unit pelaksana Teknis Pusat Pengendalian Operasi penanganan bencana (UPT Pusdalops PB) Bali Putu Anom Agustina ketika ditemui beritabali.com di Renon pada Rabu (9/11) menyampaikan korban terseret arus karena jembatan yang dilalui jebol akibat kerasnya aliran air sungai. Korban hingga saat ini masih dalam proses pencarian dan belum ditemukan.
" Informasi yang kami terima itu karena ada jembatan yang jebol, kondisinya itu yang menyebabkan jatuh, Kami masih mencari kronologisnya hingga korban hanyut, tetapi informasi awal kami terima dari radio komunikasi bahwa posisi korban lagi melintas,” papar Putu Anom Agustina.
Anom Agustina mengungkapkan hujan deras yang mengguyur Denpasar juga menyebabkan sekitar 200 rumah di 12 titik lokasi yang berbeda terendam air hingga setinggi dada orang dewasa. Dimana puncak luapan air terjadi sekitar pukul 10 hingga 12 kemarin malam. (mlt)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1982 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun