Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
4.500 Anjing Betina di Bali Tahun ini akan Jalani KB Suntik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali menargetkan untuk melakukan sterilisasi terhadap 4500 anjing betina di Bali. Langkah sterilisasi dilakukan sebagai upaya kontrol populasi anjing di Bali untuk pengendalian rabies.
Dnas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali Putu Sumantra pada keteranganya di Sanur (27/3/2012) menyatakan sterilisasi akan dilakukan dengan cara menyuntikkan hormon preparat sehingga anjing-anjing betina tidak birahi. Mengingat selama ini cukup banyak anak-anak anjing yang dibuang oleh pemiliknya dan hidup secara liar.
“Artinya kontrol populasi supaya populasi tidak berkembang lagi, kasusnya ini di Bali banyak anjing dibiarkan berkeliaran diantaranya banyak yang betina, kalau kita vaksin induknya dia beranak, anaknya itu kita khawatir, oleh karena itu anjing itu kita suntik dengan preparat hormon tertentu yang membuat dia tidak birahi,” ujar Putu Sumantra.
Sumantra menyebutkan sterilisasi anjing betina dilakukan serangkaian program vaksinasi tahap ketiga dalam 3 bulan ke depan. Sebelumnya juga telah dilakukan vaksinasi tahap dua terhadap sekitar 70 persen populasi anjing di Bali yang kini diperkirakan berjumlah lebih dari 300 ribu ekor.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3886 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2843 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2042 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1992 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun