Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Bali Target Money Loundry Peredaran Narkoba
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pulau Bali terus dijadikan target operasi pencucian uang (money laundry) oleh para pengedar narkoba internasional. Itu ditandai dari tertangkapnya para sindikat narkoba yang mencoba menyelundupkan narkoba dalam jumlah besar melalui Bandara Ngurah Rai, Tuban. Kasus terakhir, tertangkapnya warga Italia, Pieretio Daniele (32) yang gagal menyelundupkan 1,4 kilogram hasish.
Kepala BNP Bali, Kombes Pol. Gusti Ketut Budhiarta, Minggu (1/4) menyatakan bahwa Bali sekarang tidak murni hanya menjadi tujuan wisata orang asing. Bandar narkoba juga teridentifikasi berada di Bali untuk melakukan investigasi, guna menjalankan roda bisnisnya. " Wisatawan yang datang tidak hanya untuk berwisata. Namun yang mesti dicurigai dan patut diawasi adanya investigasi atau money loundry, untuk orang asing yang berada di Bali," tandas Kombes Budhiarta.
Mantan Dir. Pam Wisata Polda Bali itu menegaskan, selain perlunya mewaspadai money loundry untuk jaringan narkoba di Bali, banyaknya orang asing yang hendak mensuplay narkoba ke Bali lewat Bandara Ngurah Rai, tidak lepas dari adanya penadah yang siap untuk mengedarkan narkoba seharga milyaran rupiah itu.
"Kalau untuk bandar, kami belum berani memastikan. Tapi kalau penadah kami yakin itu," katanya. Dia kembali menegaskan, dengan maraknya penyelundup narkoba, pengamanan pintu masuk Bali, khususnya Bandara Ngurah Rai, seharusnya makin diperketat. Karena, dijelaskannya, pengedar juga akan mempelajari situasi atau celah kawasan bandara itu sendiri.
"Sekarang masih tahap pembangunan Bandara Ngurah Rai. Menurut saya dengan adanya konsep bangunan dengan security tinggi, akan bisa mencegah peredaran narkoba," harapnya. Soal adanya dugaan money loundry, aparat terkait diharapkan bisa melakukan pencegahan secara dini, sehingga Bali tidak dijadikan sebagai suatu daerah tujuan investasi buruk, khususnya oleh pengedar narkoba.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan