Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Berkunjung ke Arena Gladiator Kuno dan Kompleks Biara Rila Monastery
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Selama berada di Bulgaria, rombongan Sandhi Murti Indonesia yang dipimpin Pinisepuh Sandhi Murti Gusti Ngurah Harta, berkunjung ke beberapa obyek wisata bersejarah yang ada di Bulgaria. Semua obyek wisata bersejarah dirawat dengan sangat baik oleh pemerintah setempat.
Obyek wisata yang dikunjungi rombongan Sandhi Murti Indonesia antara lain teater kuno Philippopolis, yang terletak di pusat kota Plovdiv, sekitar 150 kilometer dari Sofia, ibukota Bulgaria. Kota Plovdiv sendiri merupakan kota terbesar kedua di Bulgaria.
Teater kuno Romawi ini dibangun di awal abad ke 2 masehi oleh penguasa Romawi Traianus (98-117). Teater Kuno peninggalan kekaisaran Romawi ini terletak di dalam komplek kota kuno Plovdiv. Meski secara struktur bangunan tua ini menyerupai amphiteater, namun ini sebenarnya merupakan teater romawi tradisional.
Teater romawi kuno ini berbentuk setengah lingkaran, dimana diameter terluarnya mencapai 82 meter. Selain terdapat panggung pertunjukan dan kursi untuk menampung 5.000 hingga 7.000 penonton, teater kuno ini juga dilengkapi tempat duduk bagi para penguasa Romawi tempo dulu dan keluarganya.
Di jaman kejayaan kerajaan Romawi Kuno dulu, teater ini digunakan sebagai arena pertarungan antara para gladiator. Di tempat ini juga para gladiator manusia diadu dengan aneka jenis binatang buas termasuk dengan singa. Saat ini teater kuno Romawi ini digunakan untuk pertunjukan drama klasik, seni tari, dan musik.
Anggota rombongan Sandhi Murti mengaku sangat terkesan dengan pemandangan di teater kuno roma ini. Kartana juga mengaku salut dengan upaya pemerintah dan warga dalam menjaga situs kuno dari abad ke 2 masehi ini.
“Pemerintah di sini sangat menjaga situs-situs kuno seperti ini, padahal teater romawi kuno ini umurnya sudah sangat tua. Semoga saja ini bisa ditiru oleh Bangsa Indonesia, dalam merawat dan melestarikan situs-situs kuno peninggalan sejarah,”ujar Kartana, di Plovdiv, Bulgaria (26/7/2012).
Selain mengunjungi teater kuno romawi di kota Plovdiv, rombongan Sandhi Murti Indonesia pimpinan Gusti Ngurah Harta, juga mengunjungi kompleks biara kuno yang disebut Rila Monastery. Lokasi wisata ini berjarak 120 kilometer selatan Kota Sofia, Bulgaria. Kompleks biara ini terletak di lereng gunung Rila (Rila Mountain) pada ketinggian 1.147 meter di atas permukaan laut, dengan dibatasi oleh sungai Rilska dan sungai Drushlyavitsa.
“Pada abad ke-10 John of Rila, seorang pertapa, membangun sebuah komplek biara di tempat dengan alam pegunungan yang cantik. Kompleks biara ini kemudian dikenal sebagai Rila Monastery,”jelas Ina Bourgayev, pemandu lokal di sana. Kompleks biara ini, jelas Ina, merupakan tempat tujuan wisata paling populer di Bulgaria.
Bukan saja karena alam sekitarnya begitu indah, tetapi juga karena sejarah, arsitektur unik dan lukisan dinding kuno yang ada di biara besar ini begitu menarik. “Orang-orang bilang belum ke Bulgaria kalau belum ke Rila Monastery, kompleks biara yang merupakan salah satu dari 9 Situs Warisan Dunia UNESCO yang ada di negara ini,”jelas Ina. Pinisepuh Sandhi Murti, Gusti Ngurah Harta, mengaku terkesan dengan pemeliharaan situs-situs kuno bersejarah seperti teater romawi kuno yang dibangun di abad ke 2 dan kompleks biara Rila Monastery yang dibangun di abad ke 10.
“Cara pemerintah dan warga di sini dalam merawat situs-situs kuno ini perlu ditiru oleh bangsa Indonesia. Bayangkan saja, teater kuno yang dibangun pada abad ke 2 masehi masih terawatt dengan baik hingga kini dan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang. Di Indonesia kita banyak punya situs-situs kuno, namun belum semuanya dirawat atau dijaga dengan baik,” ujar Ngurah Harta.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan