Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kemarau Panjang, Hutan Gunung Agung Terbakar Lagi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Hutan di Gunung Agung terbakar lagi. Kemarau panjang dan lahan yang terlalu kering, diduga menjadi penyebab kebakaran. Kebakaran di hutan Gunung Agung terjadi di beberapa titik seperti di lereng utara, di lereng timur, dan di lereng di tenggara. Api dengan cepat menjalar dan sudah dipadamkan.
Terkait hal ini, Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana menyatakan, kebakaran hutan di Gunung Agung bukan disebabkan oleh kelalaian manusia, namun lebih disebabkan oleh faktor alam.
"Kebakaran hutan Gunung Agung ini bukan kareba kelalaian manusia, namun karena kondisi di sana terlalu kering, ditambah lagi musim kemarau yang panjang," ujarnya, di Denpasar (23/10/2012).
Kebakaran di hutan Gunung Agung, jelas Sukerana, terjadi di lima lokasi yakni di Batu Ringgit, Kedampal, Batu Dawa, Juntal, dan Pucang. "Kebakaran di hutan Gunung Agung sulit dipadamkan, apalagi hanya mengandalkan warga dan Pemkab Karangasem saja. Seluruh kabupaten di Bali harusnya ikut membantu karena Gunung Agung ini milik seluruh warga Bali,"ujarnya.
Bulan lalu, hutan di kawasan Gunung Agung bali juga terbakar. Saat itu luas lahan yang terbakar mencapai 60 hektar.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan