Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Polair Amankan 33 Penyu Langka Ukuran Besar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Polisi Perairan (Polair) Polda Bali hari ini (10/12/2012) berhasil mengamankan penyelundupan 33 ekor penyu langka. Puluhan ekor penyu berusia di atas 20 tahun tersebut diamankan Polair Polda Bali di Perairan Tanjung Benoa Bali.
Dari puluhan penyu jenis penyu hijau yang diamankan, sebagian besar berukuran raksasa yakni dengan bobot di atas 60 kilogram. Hanya beberapa ekor saja yang berukuran kecil dengan berat berkisar 4 kilogram.
"Penyu-penyu ini kami duga sengaja akan dimasukkan ke Bali secara ilegal. Dan para awak kapal menunggu pasang surutnya air untuk membawa penyu tersebut ketika bersandar di Tanjung Benoa. Belum sempat dibawa, penyu-penyu tersebut sudah diamankan anggota," jelas Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hariadi.
Menurut, Hariadi, sebelumnya pihaknya menerima informasi bahwa ada perahu motor tanpa identitas berlabuh di perairan Tanjung Benoa. "Kurang lebih sekitar pukul 12 malam, anggota Polisi Air Polda Bali mendapati sebuah kapal tanpa identitas bersandar di Tanjung Benoa. Yang mana di atas kapal tersebut ditemukan sebanyak 33 penyu langka," ungkap Hariadi, saat memberikan keterangan resmi di Mapolair Polda Bali Pelabuhan Benoa, Senin (10/12/2012).
Hingga kini pihak kepolisian Polair Polda Bali masih kesulitan menangkap para pelaku. "Kami masih menyelidiki siapa pelakunya. Sebab, kapal jenis Jangkolan 15 PK ini ketika disergap, tidak ditemukan satu pun awak kapal di dalamnya," tambahnya.
Sementara Kasi Bimas Sar Pol Air Polda Bali, Kompol Putu Suaradinata menyatakan, dirinya memimpin langsung proses penangkapan tersebut. Awalnya pihaknya melakukan operasi dengan target penyelundupan BBM, Namun justru menemukan kapal tanpa penumpang yang berlabuh agak sedikit ke tengah laut.
"Target kita adalah penyelundupan BBM. Namun kali ini kita menemukan kapal tanpa penumpang atau atau satu awak pun dan berlabuhnya agak sedikit ke tengah laut. Setelah kita berani naik ke kapal tersebut ternyata berisikan 33 penyu hijau berukuran besar," jelasnya. Mendapati kapal tersebut tidak ada penghuninya, petugas akhirnya menunggu dan mengawasi dari jarak jauh pergerakan kapal tersebut.
"Setelah jam 3 pagi dan tidak ada awak kapal, maka kami berkoordinasi dengan pimpinan dan diputuskan untuk mengerek kapal itu ke pos kapal Polair Benoa. Kapal disita jadi barang bukti dan penyunya disita juga untuk dikembalikan ke habitatnya," jelas Suaradinata. Pihak Polair Polda Bali rencananya akan menitipkan puluhan penyu tersebut di Pusat Penangkaran Penyu di Kelurahan Serangan Kecamatan Denpasar Selatan. Polair Polda Bali sudah berkoordinasi dengan BKSDA Bali untuk penanganan selanjutnya. Seperti diketahui, penyu hijau (Chelonia mydas) merupakan hewan terancam punah dan dilindungi oleh pemerintah melalui Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati.
Pemerintah Indonesia juga telah meratifikasi Konvensi Perdagangan Internasional Tumbuhan dan Satwa Liar Spesies Terancam (CITES) dan penyu masuk dalam status Appendix 1.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan