Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Ritual Pengempon Pura Ulun Danu Beratan Maknai Siwaratri
BERITABALI.COM, TABANAN.
Pengempon atau pesatak Pura Ulun Danu Beratan melepas ribuan ikan, beberapa jenis burung, dan menanam tanaman upacara di danau dan di sekitar Pura Ulun Danu, Beratan, Bedugul, Tabanan, Kamis (10/1).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian memaknai hari suci Siwaratri. Sebagai pucak kegiatan, pada malam hari digelar persembahyangan bersama dirangkai dengan dharmatula yang diikuti oleh pegempon pura, beberapa sulinggih dari kabupaten Badung dan Tabanan.
Manajer Operasional Badan Pengelola, Daya Tarik Wisata Ulun Danu Beratan, Bedugul, I Wayan Mustika mengatakan kegiatan sederhana itu bertujuan mengajak masyarakat melangkah lebih nyata dalam pelestarian lingkungan. Dipilihnya burung, ikan dan tanaman jelas Mustika karena masing –masing mewakili tiga unsure alam yang vital.
“Tiga unsur tersebut adalah udara, air dan tanah sangat vital bagi kehidupan karena ketiganya merupakan satu kesatuan utuh yang mengandung daya kehidupan,” jelasnya. Ditambahkanya, kegiatan yang digelar secara sederhana itu sengaja dilangsungkan bertepatan dengan hari suci.
Siwaratri. Perayaan hari suci Siwaratri erat hubunganya dengan cerita Lubdaka. Cerita seorang pemburu yang masuk sorga. Meskipun selama hidupnya menjalankan himsa karma, membunuh binatang apapun yang ditemuinya di hutan untuk hidup bersama keluarganya. Tetapi setelah meninggal dunia, rohnya diterima Bhatara Siwa masuk sorga. Diterimanya Lubdaka masuk sorga karena ia tidak sengaja dan ikhlas semasa hidup menjalankan Brata Siwaratri (jagra,upawasa dan mona ) saat malam Siwaratri.
“Makna cerita itu Lubdaka dengan kegiatan yang kita selenggarakan sejatinya berhubungan erat dengan makna perayaan Siwaratri, walaupun bentuk kegiatanya berbeda,” tandasnya. Kegiatanya yang diawali dengan persembahyangan bersama tersebut melukiskan kemerdekaan binatang dan tumbuh-tumbuhan dengan tidak menyakiti.
”Kegiatan ini juga menyimbulkan pelepasan sifat-sifat kebinatangan dalam diri dan mempersembahkanya kepada penguasa alam,”bebernya. Ribuan ikan yang diterbar di danau Ulun Danu, Beratan seperti jenis ikan karper, nila, mujair dan tawes. Sedangkan jenis burung yang dilepas burung perkutut, kutilang, bedol, petingan, perit dan kepodang.
“Tanaman upacara yang kami tanam adalah maja, delima hitam, delima putih, delima merah, pinang , parijata, pucuk rejuna, beringin putih, kenyeri, kemoning, prijata badung, teratai dan bungan merak,”pungkasnya. Acara tersebut selain dihadiri Kadis Perikanan dan Kelautan Tabanan Made Subagia, Perbekel Candikuning Made Mudita, juga hadir para pemangku dan bedesa adat serta pesatak Pura Ulun Danu Beratan.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2796 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2028 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1969 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1801 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun