Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pengelola Objek Wisata Bedugul Jadi Tersangka
BERITABALI.COM, TABANAN.
Pasca tewasnya dua siswa SMA Plupang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur Sri Utami (17) dan Mohamad Slamet (17) di objek wisata Bedugul, Minggu (6/1). Pihak kepolisian Tabanan melayangkan surat pemanggilan terhadap tersangka Wayan Purnayasa pengelola objek wisata Bedugul.
Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Tabanan AKBP Dekananto, Senin (14/1). Dikatakan pihaknya telah menentapkan pengelola objek wisata Bedugul, Wayan Purnayasa sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya dua siswa SMA Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. “Hari ini, surat pemanggilan sebagai tersangka kami kirim ke pengelola objek wisata bedugul,” jelas Kapolres Dekananto. Sedangkan tersangka akan diperiksa pada hari Kamis (17/1) mendatang.
Ditetapkanya pengelola objek wisata Bedugul sebagai tersangka terjerat Pasal 359, melakukan kelalaian mengakibatkan orang lain meninggal dengan ancaman hukuman 5 tahun. Disamping itu pertimbangan lain ditetapkan pengelola sebagai tersangka karena sangat merugikan citra pariwisata Tabanan khususnya dan Bali secara umum. Bali dianggap tidak professional mengelola objek wisata.
Bahkan Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang mengeluarkan surat himbauan mengenai larangan berwisata ke Bali, karena tidak professional. Mereka mengalihkan berwiasata ke Jogjakarta. “Kalau surat himbauan ini diikuti oleh seluruh sekolah SD maupun SMP yang ada di Kecamatan Plumpang, maka yang rugi pastilah pariwisata Tabanan secara khusus dan Bali secara umum,” tandasnya. Untuk itu pihaknya mengambil sikap tegas terhadap pengelola objek wisata Bedugul dan menetapkanya sebagai tersangka.
Sebelumnya rombongan siswa SMA N I Plumpang yang berjumlah 109, berwisata ke Bali. Pada hari terakhir (6/1) , saat mengunjungi objek wisata Bedugul dua siswanya yakni Sri Utami (17) dan Mohamad Slamet (17) tewas tenggelam di danau. Sebelum tewas keduanya bersama sekitar 20 temanya mengambil foto-foto di dermaga.
Saat asik berfoto bersama itulah dermaga yang terbuat dari kayu ambruk. Hampir semua siswa tercebur ke danau. Beberapa diantara mereka mampu menyelamatkan diri dan ada juga yang ditolong oleh sesama rekan. Namun lacur dua siswa yakni Sri Utami dan Mohamad Slamet tidak tertolong dan meninggal
dunia.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan