Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bandara Ngurah Rai Kembali Beroperasi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Setelah tutup selama 24 jam selama Nyepi, hari ini Bandara Ngurah Rai Bali kembali beroperasi secara normal. Penerbangan yang menandai beroperasinya kembali bandara Ngurah Rai hari ini Rabu (13/3/2013) adalah pesawat Lion Air (JT34). Penerbangan dari Jakarta ini mendarat di Bali pada pukul 07.20 Wita. Sementara penerbangan pertama dari Bali dilaksanakan pada pukul 08.00 Wita, yakni penerbangan Lion Air tujuan Yogyakarta.
Selama pelaksanaan hari raya Nyepi pada 12 Maret 2013, ratusan penerbangan rute dalam dan luar negeri di Bandara Ngurah Rai, Bali, ditiadakan. Seperti tahun sebelumnya, pihak otoritas bandara menghentikan seluruh aktivitas penerbangan saat hari Nyepi pada Selasa 12 Maret mulai pukul 06.00 WITA. Bandara kembali dibuka esok harinya pada Rabu 13 Maret pukul 06.00 WITA.
Selain bandara Ngurah Rai, aktivitas warga Pulau Bali yang pada saat Nyepi kemarin benar-benar 'mati', hari ini kembali normal seperti semula. Jalan-jalan yang kemarin lengang kini ramai kembali. Sehari setelah Nyepi, hari ini umat Hindu di Bali merayakan Ngembak Geni, yang diisi dengan mengunjungi sanak keluarga dan tempat hiburan atau obyek wisata.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2828 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun