Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




4 Mahasiswa ITB Ciptakan Robot

Selasa, 9 April 2013, 05:56 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

4 orang mahasiswa Institut Tehnologi Bandung (ITB) menciptakan sebuah robot yang bisa menyelam yang diberi nama Robot "Nyilem". Salah satu penciptanya adalah seorang putra daerah asal Bali.

4 orang pembuat robot ini merupakan mahasiswa Teknik Elektro ITB yakni  Faddin Khaeruman, I Putu Banitama Supartha, Muhammad Firmandana Pribadi, dan Aulia Ramadhan. Mereka membentuk sebuah tim yang diberi nama "Ring Of Vire" untuk membuat sebuah prototip robot Remotely Operated Vehicle (ROV). Tim Ring Of Vire memberi nama prototip ROV ini "Nyilem",  yang diambil dari Bahasa Bali yang artinya "menyelam".

Menurut salah seorang pembuatnya, I Putu Banitama Supartha, Robot "Nyilem" ini dikendalikan secara manual dari atas permukaan laut, seperti perahu atau anjungan lepas pantai.

"Daya untuk menggerakkan robot ini disuplai dari permukaan agar waktu operasional tidak dibatasi oleh besar baterai yang dibawa robot. Box metal di ROV ini menjaga komponen elektronik yang peka agar air tidak masuk box saat beroperasi. Robot ini dapat menyelam hingga kedalaman 200 meter,"jelas Putu Banitama, dalam surat elektronik yang dikirim ke redaksi beritabali.com, Rabu (10/4/2013).

"Nyilem" ROV ini juga dilengkapi dengan satu lengan capit untuk berinteraksi dengan benda-benda di dasar laut. Capit ini sangat bermanfaat untuk tujuan eksplorasi bawah laut, seperti pengambilan sampel batuan dan organisme.

Bagian-bagian penting lainnya dari Nyilem ROV antara lain akselerometer, giroskop, kompas untuk stabilisasi bawah air, kamera video, dan lampu LED untuk penerangan bawah air.

"Struktur Nyilem ROV terbilang kuat dan ringan karena menggunakan bahan aluminium dan nilon, sehingga robot ini hanya mempunyai bobot 9 kg. Karena ukurannya yang ringkas dan bobotnya yang relatif ringan, ROV ini dapat dibawa kemana saja oleh satu orang,"papar Bantitama. Robot yang dibuat dalam waktu 1 bulan dan menghabiskan biaya riset dan produksi sebesar Rp 33 juta, ini dikembangkan dengan bantuan dosen Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer ITB yaitu Dr.Ir. Hilwadi Hindersah. Dalam waktu dekat ini, Nyilem ROV akan diikutsertakan dalam kontes robot internasional "The IET/MATE ROV Regional Challenge" di Hong Kong yakni pada tanggal 13 April 2013. Jika berhasil menang di Hong Kong, maka robot "Nyilem" ini akan mengikuti kontes robot internasional "MATE ROV Challenge Internasional" di Seattle, Washington, Amerika Serikat.

"Lautan indonesia memiliki potensi alam yang sangat besar. Namun sayangnya, belum semua bagian laut dieksplorasi karena keterbatasan fasilitas dan infrastruktur. Seringkali eksplorasi masih dilakukan dengan meminjam peralatan dari pihak luar negeri. Robot ini kami buat berangkat dari dorongan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,"ujar Banitama. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami