Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Panwaslu Didesak Selidiki Kecurangan Pemungutan Suara
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Bali didesak untuk menyelidiki kecurangan dalam proses pemungutan suara pada pelaksanaan pemilihan gubernur (Pilgub) Bali.
Desakan tersebut disampaikan Calon Gubernur Bali dari Koalisi Bali Mandara Made Mangku Pastika menyusul adanya isu pemilih yang diduga mendapatkan 5-6 surat suara di daerah Kubu Karangasem.
Pastika mengungkapkan Panwaslu Bali harus bertindak tegas karena aksi ketidak jujuran dalam proses demokrasi Pilgub Bali akan berujung pada terjadinya konflik. Jika aksi yang tidak jujur tetap dibiarkan makan pemimpin yang dihasilkan juga merupakan pemimpin yang tidak jujur.
“hal-hal begini harus kita cegah , ini kita mencari pemimpin, pemimpinnya harus jujur, jadi kalau dengan hasil cara yang tidak jujur, berarti pemimpin yang dihasilkan juga tidak jujur, jadi ini menurut saya cacat, kalau betul ini terjadi” tegas Made Mangku Pastika.
Pastika berharap KPU dan Panwaslu Bali segera mengambil tindakan terhadap kecurangan yang terjadi. Namun Pastika mengaku optimis akan mampu meraih dukungan masyarakat Bali untuk kembali memimpin Bali 5 tahun kedepan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun