Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pohon Tumbang Sempat Macetkan Jalur Denpasar Gilimanuk
BERITABALI.COM, TABANAN.
Jalur Gimimanuk-Denpasar tepatnya di Jembatan Tukad Yeh Empas, Jalan By Pass Soekarno sempat macet. Hal tersebut disebabkan tumbangnya pohon sono keling 18 meter di ujung barat jembatan kembar tersebut, Senin siang (15/7).
Penyebab tumbangnya pohon yang sempat menenuhi badan jalan itu karena bagian akarnya lapuk dan tanah penyangganya labil. Akibatnya sebuah rambu-rambu dan tiang penyangga lampu penerangan jalan di antara pagar besi jembatan rusak tertimpa.
Macetnya arus lalu lintas tidak berselang lama. Karena petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan turun ke lokasi bersama petugas dari kepolisian yang mengatur arus lalin.
“Biasanya, arus lalin memang padat. Kebetulan saat pohon itu tumbang bersamaan di TL Gubug masih menyala lampu merah, sehingga tidak ada kendaraan yang lewat dari barat,” ujar Sarno salah satu saksi mata.
Tidak ada kerusakan berarti atas tumbangnya pohon tersebut. Yang rusak hanya sebuah rambu-rambu lalu lintas dan tiang penyangga lampu penerangan jalan di tengah jembatan,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, Surya Darma. (nod)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2803 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun