Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Panen Perdana Awali Bangkitnya Kejayaan Jeruk Keprok Tejakula
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Tejakula. Pasca dilantik pada Kamis (29/8), Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta mengawali kunjungan kerjanya di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Kunjungan kerja dilakukan selama dua hari, Sabtu (31/8) hingga Minggu (1/9). Selain melakukan simakrama dan menginap di bedah rumah, Gubernur Mangku Pastika dan Wagub Sudikerta melakukan panen perdana Jeruk Keprok Tejakula di desa tersebut.
Panen perdana ini diharapkan menjadi awal kebangkitan Jeruk Keprok yang pernah berjaya di Tejakula pada era 1970-1980. Menurut catatan Dinas Pertanian Provinsi Bali, pada masa kejayaannya, Jeruk Keprok Tejakula tak hanya berjaya di pasar nasional, tapi mampu menembus pasar internasional.
Serangan hama CVPD (Citrus Vean Phloem Degeneration) memusnahkan hampir seluruh tanaman jeruk keprok di kawasan Tejakula. Belakangan, Jeruk Keprok Tejakula mulai dikembangkan di sejumlah sentra produksi antara lain Badung, Karangasem, dan Buleleng. Khusus untuk Buleleng, pengembangan Jeruk Keprok dilakukan di dua kecamatan yaitu Busungbiu dan Gerokgak.
Jeruk keprok yang panen perdana di Desa Sanggalangit merupakan bantuan 2000 benih dari Pemprov Bali pada tahun 2009. Bantuan benih ini merupakan program perluasan areal jeruk keprok di Buleleng. Pada kunkernya kali ini, Gubernur kembali menyerahkan bantuan 20 ribu benih Jeruk Keprok Tejakula untuk kawasan Busungbiu dan Gerokgak.
Setelah melakukan panen perdana, Gubernur menilai bahwa masih banyak hal yang harus disempurnakan dalam pengembangan Jeruk Keprok Tejakula. "Seperti yang kita lihat, kualitasnya masih perlu ditingkatkan," imbuhnya.
Gubernur menilai, jeruk yang dihasilkan masih kurang menarik dari segi tampilan, rasanya belum manis dan kurang berair. Untuk peningkatan kualitas Jeruk Keprok Tejakula ini, Gubernur menilai perlu dilakukan penelitian lebih lanjut oleh ahli di bidangnya. Dengan sentuhan para ahli, dia berharap jeruk yang dihasilkan lebih kuning, besar dan manis rasanya.
"Kita juga akan melakukan program pipanisasi untuk mengatasi masalah air yang mengakibatkan tekstur buah jeruk masih kurang berair," imbuhnya. Kedepannya, Gubernur berharap pengembangan jeruk keprok ini mampu mendorong peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Lebih daripada itu, jeruk keprok ini bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri dan mampu bersaing dengan buah impor.
Peluang pengembangan Jeruk Keprok Tejakula di Sanggalangit memang cukup menjanjikan. Hal itu diakui oleh Luh Sumastring, wanita petani yang mulai merintis kebun Jeruk Keprok Tejakula sejak enam tahun lalu. Dengan mengembangkan 200 benih jeruk keprok, pendapatan yang diraih sebesar Rp. 45 juta tiap kali panen. Pendapatan ini menurutnya jauh lebih besar dibandingkan dengan menanam padi atau palawija yang sebelumnya dia geluti.
Lagipula, keterbatasan air menjadi kendala dalam pengembangan padi di wilayah tersebut. Ke depannya, dia berharap Jeruk Keprok Tejakula bisa kembali berjaya sehingga kesejahteraan petani terangkat.
Sesuai data statistik, populasi tanaman jeruk saat ini mencapai 5.249.853 pohon yang terdiri dari jeruk keprok dan siem. Dari total populasi tersebut, 566.721 pohon merupakan jenis Jeruk Keprok Tejakula yang dikembangkan di wilayah Buleleng. (ctg/*)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2602 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2258 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan