Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Sarung Tinju Muhammad Ali Laku Rp 4,6 Miliar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sarung tinju Muhammad Ali kembali dilelang. Kali ini, sarung tinju yang dikenakannya saat menghadapi Joe Frazier di tahun 1971. Sarung tinju tersebut akhirnya terjual dengan harga 388.375 Dolar Amerika Serikat (4,6 miliar Rupiah) kepada seseorang yang tak disebutkan namanya.
Sarung tinju tersebut digunakan Ali saat menghdapi Frazier dalam laga bertajuk 'Pertarungan abad ini'. Di laga tersebut, Frazier berhasil mengalahkan Ali dan menjadi juara dunia kelas berat.
Ali berhasil membalaskan kekalahannya kepada Frazier pada tahun 1974 dan 1975 sekaligus menasbihkannya sebagai petinju terbaik sepanjang masa. Pertarungan Ali melawan Fraizer di tahun 1971 adalah yang pertama kali usai menjalani hukuman yang dijatuhkan Mahkamah Agung Amerika Serikat.
Petinju yang dulu bernama Cassius Clay itu pernah menjadi juara dunia kelas berat di tahun 1964 saat mengalahkan Sonny Liston, tapi gelarnya dicabut dan dijatuhi hukuman larangan bertanding karena menolak ikut wajib militer saat perang melawan Vietnam.
Sebelumnya, sarung tinju Ali pernah dilelang di rumah lelang yang sama, Heritage Auctions, dan terjual seharga 836.500 Dolar Amerika Serikat (9,9 miliar Rupiah).
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun