Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Hasil Indo Survey, Masyarakat Bali Pilih Revitalisasi Benoa
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Hasil jajak pendapat dari Indo Survey & Strategy di Provinsi Bali terkait isu Teluk Benoa menyebutkan masyarakat di Pulau Dewata itu lebih menerima kebijakan revitalisasi daripada kebijakan reklamasi.
Dari 600 responden, sebanyak 53,2 persen memilih dilakukan revitalisasi, sebanyak 5 persen memilih reklamasi, sedangkan yang menolak reklamasi 32,4 persen dan sisanya sembilan persen menyatakan tidak tahu.
"Revitalisasi sepertinya menjadi pilihan jalan tengah bagi penanganan Teluk Benoa, kalau melihat data yang kami peroleh. Karena pilihan ini lebih kuat dari pada opsi reklamasi atau menolak reklamasi," kata Direktur Eksekutif Indo Survey & Strategy Hendrasmo dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (26/11/2014).
Apabila masyarakat ditanyakan memilih revitalisasi atau menolak reklamasi/revitalisasi, mayoritas masyarakat di Bali, yakni 65 persen memilih dilakukan revitalisasi, 32 persen menolak reklamasi maupun revitalisasi sedangkan 3 persen responden menyatakan tidak tahu.
Hendrasmo menjelaskan, alasan mereka yang mendukung revitalisasi adalah meningkatkan lapangan kerja yakni sebanyak 45 persen. Sebanyak 22 persen karena alasan meningkatkan perekonomian di Bali.
Mereka yang menolak revitalisasi, sebanyak 46 persen menyatakan revitalisasi akan merusak mangrove. Sebanyak 22 persen responden menyatakan revitalisasi akan meningkatkan abrasi laut.
Walaupun mayoritas masyarakat di Bali menilai daerahnya lebih maju dari pada daerah lain, sebanyak 31,4 persen responden menyatakan kurangnya lapangan pekerjaan masih menjadi persoalan paling penting yang harus dipecahkan, menyusul biaya pendidikan dan kesehatan serta persoalan infrastruktur.
Jajak pendapat tersebut dilakukan di awal bulan 2-9 November 2014, di 9 Kabuten/Kota di Bali melalui wawancara tatap muka dengan 600 responden, dilakukan dengan metode "Multi Stage Random Sampling" dan memiliki tingkat kesalahan +/- 4 persen.
Meski hasil survey menyatakan masyarakat Bali lebih memilih revitalisasi Benoa, hingga hari ini penolakan terhadap rencana reklamasi di Teluk Benoa Bali masih gencar dilakukan.
Selain karena alasan merusak lingkungan ekosistem di perairan Teluk Benoa, reklamasi Teluk Benoa juga dinilai tidak akan memberi dampak signifikan terhadap perbaikan nasib atau ekonomi masyarakat Bali secara luas.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan