Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Hasil Indo Survey, Masyarakat Bali Pilih Revitalisasi Benoa
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Hasil jajak pendapat dari Indo Survey & Strategy di Provinsi Bali terkait isu Teluk Benoa menyebutkan masyarakat di Pulau Dewata itu lebih menerima kebijakan revitalisasi daripada kebijakan reklamasi.
Dari 600 responden, sebanyak 53,2 persen memilih dilakukan revitalisasi, sebanyak 5 persen memilih reklamasi, sedangkan yang menolak reklamasi 32,4 persen dan sisanya sembilan persen menyatakan tidak tahu.
"Revitalisasi sepertinya menjadi pilihan jalan tengah bagi penanganan Teluk Benoa, kalau melihat data yang kami peroleh. Karena pilihan ini lebih kuat dari pada opsi reklamasi atau menolak reklamasi," kata Direktur Eksekutif Indo Survey & Strategy Hendrasmo dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (26/11/2014).
Apabila masyarakat ditanyakan memilih revitalisasi atau menolak reklamasi/revitalisasi, mayoritas masyarakat di Bali, yakni 65 persen memilih dilakukan revitalisasi, 32 persen menolak reklamasi maupun revitalisasi sedangkan 3 persen responden menyatakan tidak tahu.
Hendrasmo menjelaskan, alasan mereka yang mendukung revitalisasi adalah meningkatkan lapangan kerja yakni sebanyak 45 persen. Sebanyak 22 persen karena alasan meningkatkan perekonomian di Bali.
Mereka yang menolak revitalisasi, sebanyak 46 persen menyatakan revitalisasi akan merusak mangrove. Sebanyak 22 persen responden menyatakan revitalisasi akan meningkatkan abrasi laut.
Walaupun mayoritas masyarakat di Bali menilai daerahnya lebih maju dari pada daerah lain, sebanyak 31,4 persen responden menyatakan kurangnya lapangan pekerjaan masih menjadi persoalan paling penting yang harus dipecahkan, menyusul biaya pendidikan dan kesehatan serta persoalan infrastruktur.
Jajak pendapat tersebut dilakukan di awal bulan 2-9 November 2014, di 9 Kabuten/Kota di Bali melalui wawancara tatap muka dengan 600 responden, dilakukan dengan metode "Multi Stage Random Sampling" dan memiliki tingkat kesalahan +/- 4 persen.
Meski hasil survey menyatakan masyarakat Bali lebih memilih revitalisasi Benoa, hingga hari ini penolakan terhadap rencana reklamasi di Teluk Benoa Bali masih gencar dilakukan.
Selain karena alasan merusak lingkungan ekosistem di perairan Teluk Benoa, reklamasi Teluk Benoa juga dinilai tidak akan memberi dampak signifikan terhadap perbaikan nasib atau ekonomi masyarakat Bali secara luas.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan