Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Dewa Gede Palguna Diharap Mampu Kembalikan Wibawa MK
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Putra Bali, I Dewa Gede Palguna, terpilih sebagai hakim MK dari unsur pemerintah. Sementara Suhartoyo terpilih dari unsur MA. Terpilihnya I Dewa Gede Palguna dan Suhartoyo diharapkan menjadi energi baru untuk Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kedua hakim baru tersebut diharapkan mampu mengembalikan marwah MK yang sempat robek akibat akrobat hukum dan transaksi keputusan yang dilakukan Akil Mochtar," ujar Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di Jakarta, Rabu (7/1/2015). DPP PDIP mengucapkan selamat atas terpilihnya I Dewa Gede Palguna sebagai hakim MK dari unsur pemerintah dan Suhartoyo dari unsur MA.
Menurut Hasto, menjadi hakim MK harus memiliki sikap kenegarawanan dan mampu berdiri kokoh dari tarik menarik kepentingan politik di luar. PDIP berkomitmen untuk menempatkan MK sebagai bagian dari kekuasaan kehakiman yang merdeka, profesional, dan selalu menjunjung tinggi keadilan di dalam seluruh proses peradilan yang dijalankan.
Hakim MK memiliki tugas yang sangat penting dan keputusannya bersifat final dan mengikat. Karena itulah para hakim MK harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela.
"Hakim MK juga harus bersikap adil, dan negarawan yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan," tambah Hasto. DPP PDIP juga mengapresiasi atas kerja keras penuh integritas yang dilakukan Pansel MK yang dipimpin oleh Saldi Isra dan Refli Harun.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan