Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Prancis Investigasi Kecelakaan AirAsia QZ8501
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Prancis secara formal membuka penyelidikan kriminal atas kecelakaan AirAsia QZ8501 di Laut Jawa.
Sumber di pengadilan Pracis, Jumat (30/1), mengatakan hakim akan menyelidiki kemungkinan pembunuhan dalam kecelakaan yang menewaskan seluruh dari 162 penumpang dan kru pesawat.
AirAsia QZ8501 Surabaya-Singapura terbang dalam cuaca badai pada 28 Desember 2015. Seharusnya ini penerbangan singkat, tapi pesawat itu tidak pernah tiba di Singapura.
Kamis (29/1), Komite Keselamatan Transportasi Indonesia (KNKT) menganalisis kotak hitam pesawat dan mengatakan pesawat naik terlalu cepat di atas awan badai besar, stalled, dan terhempas jatuh ke Laut Jawa.
KNKT juga mengungkapkan Remi Plesel, co-pilot kurang berpengalaman, menerbangkan pesawat A320-200 itu -- bukan Kapten Iriyanto, mantan pilot pesawat tempur dengan 20 ribu jam terbang.
Di Prancis, keluarga Plesel mengajukan tuntutan ke AirAsia Indonesia, yang membahayakan penumpang dengan melayani rute Surabaya-Singapura tanpa ijin saat terjadi kecelakaan.
"Keluarga Plesel sangat gembira dengan hasil investigasi kriminal," ujar Eddey Arneton, pengacara keluarga Plesel kepada AFP. "Ini memungkinkan kami mengajukan pertanyaan yang tepat."
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan