Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Watimpres : Eksekusi Mati, Indonesia Jangan Takut Australia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemerintahan Presiden Jokowi diminta untuk tidak takut dengan tekanan Australia terkait eksekusi dua terpidana mati "Bali Nine", Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.
Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), KH Hasyim Muzadi mengatakan, PBNU mendukung pemerintah untuk tetap melaksanakan hukuman mati bagi pengedar narkoba.
"Tidak usah terpengaruh tekanan dari luar negeri (Australia) karena luar negeri juga melakukan hukuman mati itu, cuma belum tentu kita tahu," kata Hasyim, di Pemkab Jombang, Sabtu (21/2/2015).
Hasyim mengatakan, Indonesia sebagai negara yang berdaulat, harus konsisten terhadap penegakan hukum. "Jadi, kita kembali berpedoman kepada hukum kita sendiri. Australia saja melakukan hukuman mati itu pada satu sektor," tegasnya.
Narkoba Lebih Kejam dari Teroris
Kematian akibat narkoba dinilai jauh lebih kejam dibandingkan pembunuhan yang dilakukan oleh teroris.
Hal itu disampaikan Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), KH Hasyim Muzadi, di Pemkab Jombang, Sabtu (21/2/2015). Untuk itu, Hasyim mengatakan, PBNU mendukung pemerintahan Presiden Jokowi yang menolak grasi bagi napi pengedar narkoba.
"Kalau teroris seperti di Bali, mungkin hanya 200 orang korbannya, dan saat pelaksanaan hukuman mati Australia tidak ribut. Namun narkoba ribuan orang mati karena ini," kata Hasyim.
Hal itu menanggapi permintaan Perdana Menteri Australia Tony Abbot terkait pembatalan eksekusi dua terpidana mati "Bali Nine", Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.
Terkait pelanggaran HAM, Hasyim mengatakan, HAM di Indonesia berbeda dengan pemahaman HAM negara lain. Hasyim selaku Wantimpres mengaku sudah menyampaikan hal itu kepada Presiden Jokowi.
Menurutnya, pemerintah harus memperhatikan kepentingan bagi ribuan orang yang mati akibat narkoba. "Pembunuhan narkoba jauh lebih hebat dari teroris," pungkas mantan Ketua Umum PBNU ini.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan