Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Gubernur : Foto Kapolresta Denpasar Dengan Duo Bali Nine Tidak Patut
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Foto Kapolresta Denpasar Djoko Hari Utomo bersama terpidana mati 'Bali Nine' di dalam pesawat jelang dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) terus menuai kontroversi dan kecaman. Foto ini dinilai tidak patut.
Kali ini, kritikan juga disampaikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika sebelum mengikuti rapat pleno Partai Demokrat yang menyatakan jika foto itu disengaja sangat tidak patut. "Kalau itu (foto selfie Kapolresta Denpasar) disengaja sangat tidak patut," ungkap Pastika, di Hotel Grand Bali Beach Sanur, Sabtu 7 Maret 2015.
Pastika menegaskan, foto selfie Kapolresta Denpasar Djoko Hari Utomo bersama terpidana mati 'Bali Nine' di dalam pesawat jelang dipindahkan ke Lapas Nusakambangan itu, jika disengaja, maka sangat tidak patut. "Sangat tidak patut. Kecuali jika tidak disengaja," tegas mantan Kapolda Bali itu.
Terkait dampak untuk pariwisata Bali setelah eksekusi mati dilakukan kepada duo 'Bali Nine' itu, Pastika mengakui pasti ada pengaruh, tapi tidak akan signifikan. "Pasti ada pengaruh. Tapi tidak akan signifikan. Jadi tidak perlu ditakutkanlah," tandas pastika.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun