Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ini Strategi Partai Demokrat Agar Tidak Dipecah Belah

Jumat, 20 Maret 2015, 06:24 WITA Follow
Beritabali.com

beritabalicom

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Partai Demokrat memiliki strategi dan langkah  preventif agar tidak dipecah belah oleh oknum penguasa di pemerintahan seperti yang dialami sejumlah parpol belakangan ini.

Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta menyatakan langkah jitu yang dilakukan partainya yaitu memilih mantan presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) kembali memimpin partai berlambang mercy tersebut.

"Kita akan memaksa dan mengusulkan agar memilih Pak SBY kembali jadi Ketum. Saya yakin para DPD se Indonesia akan kompak dan bersatu menunjuk Pak SBY memimpin Partai Demokrat," kata Mudarta, di Denpasar, Kamis (19/3/2015).

Menurut Mudarta, sejumlah pihak yang berniat untuk memecah belah Partai Demokrat akan berpikir ulang jika SBY tetap jadi Ketum Demokrat. "Pihak-pihak yang berniat memecah belah Partai Demokrat akan berpikir seribu kali. Itu yang kami yakini, agar kompak dan bersatu," ungkapnya.

Polisi muda yang sukses di dunia usaha itu juga meyakini jika seluruh pengurus dan kader Partai Demokrat bersatu maka akan tambah sulit pihak luar seperti oknum penguasa untuk merecoki partai yang sempat dua periode berkuasa tersebut.

"Kalau elit-elitnya sudah pecah, saya yakin kader Demokrat akan mudah pecah. Saat ini, ketua DPD seluruh Indonesia kompak pilih SBY jadi Ketum. Mereka ingin Partai Demokrat bersatu dan besar serta berjaya di 2019," tegasnya.

Terkait kubu Anas Urbaningrum dan Pasek Suardika yang dinilai  menjadi ancaman pecahnya Partai Demokrat, Mudarta beranggapan jika mereka bukanlah pengganggu atau hendak memecah belah partai. Menurutnya, pemikiran keduanya justru ingin membuat demokrasi berjalan baik.

"Pak Anas dan Pasek khan ingin demokrasi berjalan di Partai Demokrat, jadi bukan pengganggu dan pemikiran beliau juga positif. Tidak ada kader yang ingin partainya menjadi partai kecil," jelasnya. Adanya keinginan Pasek Suardika yang bersaing melawan SBY menjadi Ketum Demokrat, Mudarta mempersilahkannya sepanjang dia mendapat dukungan sejumlah DPD Partai Demokrat ditingkat I dan II.

"Siapapun boleh maju jadi Ketum tidak dilarang, yang penting peserta kongres nanti ada yang mendukung. Yang penting kalau maju harus mendapatkan dukungan, kalau mencalonkan diri semua orang juga bisa. Sampai saat ini belum kelihatan beberapa DPD yang mendukung Pak Pasek," pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami